FAO: Gaza Terancam Kelaparan Parah

FAO: Gaza Terancam Kelaparan Parah

Jakarta – Kebiadaban apalagi yang bisa disematkan pada Israel atas tindakan sewenang-wenangnya di wilayah Gaza, Palestina. Bencana di jalur Gaza semakin menjadi, akibat akses bantuan kemanusiaan tidak segera dibuka.

Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) mengeluarkan peringatan keras atas memburuknya situasi kemanusiaan di Jalur Gaza. FAO menyatakan bahwa wilayah tersebut terancam kelaparan parah, runtuhnya sektor pertanian, serta potensi merebaknya wabah penyakit mematikan jika blokade tidak dicabut.

Dikutip dari Antara, laporan terbaru dari Integrated Food Security Phase Classification (IPC), menyatakan bahwa seluruh penduduk Gaza, sekitar 2,1 juta jiwa kini berada dalam “risiko kritis kelaparan” setelah 19 bulan dilanda perang, pengungsian, dan pembatasan bantuan.

Pada periode 1 April hingga 10 Mei mencatat 93 persen penduduk Gaza, atau sekitar 1,95 juta orang, berada dalam fase IPC 3 atau lebih tinggi, yang berarti masuk kategori “krisis atau lebih buruk.” Dari jumlah tersebut, 244.000 orang berada di Fase 5 (bencana), dan 925.000 lainnya di Fase 4 (darurat).

“Komunitas internasional harus bertindak sekarang. Pemulihan segera akses terhadap pasokan kemanusiaan dan komersial secara besar-besaran sangat krusial,” tegas Direktur Jenderal FAO, Qu Dongyu, Senin (12/5/2025).

FAO juga mengungkapkan kekhawatiran atas keruntuhan sektor pertanian Gaza. Sebelum perang, sekitar 42 persen lahan di Gaza dimanfaatkan untuk pertanian.

Namun analisis bersama FAO dan Pusat Satelit PBB (UNOSAT) menunjukkan bahwa 75 persen lahan pertanian dan kebun telah rusak atau hancur, sementara lebih dari dua pertiga dari 1.531 sumur pertanian tidak lagi berfungsi.

Produksi ternak pun nyaris berhenti total, dan kerugian diperkirakan akan terus meningkat karena pasokan pakan dan layanan kesehatan hewan terputus.

Sejak 2 Maret, Israel terus menutup jalur masuk ke Gaza untuk bantuan makanan, medis, dan kemanusiaan. Penutupan ini memperparah krisis kemanusiaan yang sudah berlangsung lama.

Sejak Oktober 2023, lebih dari 52.800 warga Palestina telah tewas akibat serangan brutal Israel di Gaza, dengan mayoritas korban adalah perempuan dan anak-anak.

Baca dong: Prabowo Ke Timur Tengah Minta Dukungan Evakuasi Warga Gaza

Share Here: