Fadli Zon: Film Sakatupo Banyak Pesan Moral

Fadli Zon: Film Sakatupo Banyak Pesan Moral

Jakarta – Menteri Kebudayaan Fadli Zon, hari ini menyaksikan film yang tengah tayang di bioskop dan mengadaptasi tayangan sinetron yang terkenal di tahun 90-an, 1 Kakak 7 Ponakan (Sakatupo).

Film Sakatupo menceritakan sosok Hendarmoko, seorang arsitek muda yang sedang berjuang mengejar kariernya setelah menyelesaikan kuliahnya. Ketika kesempatan untuk mewujudkan impiannya datang, dirinya dihadapkan dengan kejadian kematian mendadak kakak-kakaknya. Ia pun harus memilih antara karier, hubungan asmara atau menjadi sosok ayah untuk mengurus kehidupan keponakan-keponakannya yang kini tanpa orang tua.

Film bertemakan generasi “sandwich,” ini hasil adaptasi dari sinetron klasik karya Arswendo Atmowiloto yang tayang perdana dalam Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF), 7 Desember 2024 lalu, dianggap menggambarkan dengan tepat kondisi yang terjadi di Indonesia sekarang ini.

“Kita itu selalu guyub karena keluarga. Berbeda dengan di negara-negara barat yang mereka hidupnya individualis dan sendiri-sendiri. Tapi kalau kita lihat di dalam film ini, di dalam cerita ini sangat khas kali Indonesia,” ucap Fadli.

Jelang perayaan Hari Film Nasional yang akan diperingati pada 30 Maret mendatang turut diapresiasi oleh Menteri Kebudayaan dengan banyak menghadiri kegiatan nonton bareng (Nobar) film-film yang diproduksi oleh negeri sendiri, film memuat semua aspek, mulai dari acting, musik, senisuara, dan sejarah.

“Jadi film adalah platform yang paling efektif sebagai sebuah ekspresi budaya sangatlah penting karena ditonton untuk menyadarkan dan memberikan informasi dan juga keterangan yang benar,” ujarnya.

“Dan ini (Sakatupo) menurut saya filmnya sangat bagus. Banyak memberikan pesan moral, message yang bagus untuk menjadi film keluarga yang bisa ditonton oleh semua umur. Mudah-mudahan semakin banyak masyarakat yang menonton film ini, soalnya sangat menyentuh,” kata Fadli.

Menurut Fadli hingga akhir November 2024, jumlah penonton film Indonesia telah mencapai 72 juta, dan saat ini merupakan momentum yang tepat untuk memajukan industri film di Indonesia. Oleh karena itu gagasannya agar kedepan banyak film biopik yang dibuat berdasarkan kisah sosok-sosok inspiratif yang dimiliki oleh Indonesia. Film biopik dianggap mampu menjadi media untuk menggali nilai-nilai kepahlawanan daninspirasi, sekaligus memperkaya wawasan budaya di Indonesia bagi masyarakat dan khususnya generasi muda.

Share Here: