Dzikir Pagi, As Saffat Ayat 102: Pengorbanan Dan Ketaatan Nabi Ibrahim Dan Ismail Akan Perintah Allah

Dzikir Pagi, As Saffat Ayat 102: Pengorbanan Dan Ketaatan Nabi Ibrahim Dan Ismail Akan Perintah Allah

Jakarta – Kita sebagai umat muslim beruntung memiliki mukjizat agung yakni Al-quran, yang menjadi petunjuk dan pegangan kita dalam perilaku keseharian. Dalam kandungan surat dan setiap ayatnya, memiliki makna agung yang jika diimani dan dipraktekkan dengan benar, insyaAllah jadi tuntunan hidup paling mulia. Salah satunya adalah Surat As Saffat Ayat 102. Apa dan bagaimana makna ayat ini, berikut tafsir selengkapnya.

Surat As Saffat Ayat 102:

فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَالَ يٰبُنَيَّ اِنِّيْٓ اَرٰى فِى الْمَنَامِ اَنِّيْٓ اَذْبَحُكَ فَانْظُرْ مَاذَا تَرٰىۗ قَالَ يٰٓاَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُۖ سَتَجِدُنِيْٓ اِنْ شَاۤءَ اللّٰهُ مِنَ الصّٰبِرِيْنَ

Arab Latin: Falammā balaga ma‘ahus-sa‘ya qāla yā bunayya innī arā fil-manāmi annī ażbaḥuka fanẓur māżā tarā, qāla yā abatif‘al mā tu’mar(u), satajidunī in syā’allāhu minaṣ-ṣābirīn(a).

Artinya:
Ketika anak itu sampai pada (umur) ia sanggup bekerja bersamanya, ia (Ibrahim) berkata, “Wahai anakku, sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku menyembelihmu. Pikirkanlah apa pendapatmu?” Dia (Ismail) menjawab, “Wahai ayahku, lakukanlah apa yang diperintahkan (Allah) kepadamu! Insyaallah engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang sabar.”

Tafsir Ringkas Kemenag:
Maka ketika anak itu sampai pada usia sanggup berusaha bersamanya, Nabi Ibrahim berkata, “Wahai anakku! Sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku dalam mimpiku itu diperintah oleh Allah untuk menyembelihmu. Maka pikirkanlah bagaimana pendapatmu!” Dengan penuh kepasrahan kepada Allah dan ketaatan pada ayahnya, dia menjawab, “Wahai ayahku! Lakukanlah apa yang diperintahkan oleh Allah kepadamu; insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang yang sabar dalam melaksanakan perintah-Nya.”

Dia akan taat, rela, dan ikhlas menerima ketentuan Tuhan serta menjunjung tinggi segala perintah-Nya dan pasrah kepada-Nya. Ismail yang masih sangat muda itu mengatakan kepada orang tuanya bahwa dia tidak akan gentar menghadapi cobaan itu, tidak akan ragu menerima qada dan qadar Tuhan.

Wallohu A’lam Bishowab.

Baca:Dzikir Pagi, Al Insan Ayat 3: Meski Diberi Petunjuk, Allah Ciptakan Manusia Bersyukur Dan Kufur

Share Here: