
2 Jam Sebelum Fasilitas Nuklir Diserang, Iran Sudah Tahu
Moskow – 2 jam sebelum fasilitas nuklirnya diserang Amerika Serikat, ternyata Iran sudah tahu bakal digempur. Sebab, Washington telah memperingatkan Teheran 2 jam sebelum serangan itu dilancarkan.
“Biar jelas, Amerika Serikat memperingatkan Iran dua jam sebelum mengebom fasilitas nuklir mereka bahwa serangan akan datang,” kata mantan penasihat Departemen Pertahanan Amerika Serikat, Kolonel (purn.) Douglas MacGregor di platform X. Jadi Iran sudah tahu bakal ada serangan itu.
Seperti telah diketahui, pada 13 Juni malam, Israel melancarkan operasi militer ke Iran dengan tuduhan bahwa Teheran menjalankan program nuklir militer secara rahasia. Serangan udara dan penyusupan kelompok sabotase menargetkan fasilitas nuklir, para jenderal dan ilmuwan nuklir terkemuka, serta pangkalan udara Iran.
Iran membantah tuduhan itu dan kemudian melancarkan serangan balasan ke Israel. Kedua pihak saling menyerang selama 12 hari. Amerika Serikat kemudian ikut campur dengan melancarkan serangan udara ke 3 fasilitas nuklir Iran di Fordo, Natanz, dan Isfahan pada 22 Juni malam.
Angkatan Udara Amerika Serikat menggempur Iran dengan menggunakan 6 pesawat pengebom B-2 untuk menjatuhkan selusin bom “penghancur bunker” (bunker buster) di situs nuklir Fordo, Iran pada Minggu (22/6/2025) waktu setempat.
Selain itu, kapal selam Angkatan Laut AS juga meluncurkan 30 rudal jelajah TLAM untuk menggempur 2 situs nuklir Iran lainnya, yaitu Natanz dan Isfahan. Pesawat Pengebom B-2 juga menjatuhkan 2 bom “bunker buster” di Natanz, kata pejabat AS tersebut.
“Bunker buster” yang dimaksud adalah bom GBU-57A/B Massive Ordnance Penetrator (MOP). Bom ini memiliki bobot sekitar 13.600 kilogram (30.000 pon) dengan kandungan 2.700 kilogram (6.000 pon) bahan peledak.
MOP dirancang khusus untuk “mencapai dan menghancurkan senjata pemusnah massal musuh kita yang terletak di fasilitas yang terlindungi dengan baik.” Bom GBU-57A/B MOP didesain untuk menembus lapisan pertahanan tebal sebelum meledak, efektif terhadap target bawah tanah yang diperkuat.
Fasilitas nuklir Fordo adalah situs pengayaan uranium bawah tanah dekat Qom, instalasi nuklir Iran yang paling dalam dan paling kuat yang dirancang untuk menahan serangan udara konvensional.
Sebagai balasan atas serangan ke ketiga fasilitas nuklirnya itu, Iran kemudian menembakkan peluru kendali ke Pangkalan Udara Al Udeid milik Amerika Serikat di Qatar pada 23 Juni malam, dengan terlebih dahulu memperingatkan juga. Iran menegaskan bahwa serangan itu tidak dimaksudkan untuk meningkatkan ketegangan.
Presiden AS Donald Trump kemudian mengatakan dirinya berharap serangan Iran ke pangkalan militer itu sekadar “pelampiasan” dan membuka jalan bagi perdamaian di Timur Tengah. Dia juga mengumumkan bahwa Israel dan Iran telah bersepakat untuk melakukan gencatan senjata yang secara resmi mengakhiri perang selama 12 hari.
Baca dong: Amerika Serikat Menggempur Situs Nuklir Iran



