Daus Mini Laporkan Akun Palsu Pencatut Namanya ke Polisi Terkait Ujaran Kebencian

Daus Mini Laporkan Akun Palsu Pencatut Namanya ke Polisi Terkait Ujaran Kebencian

Aktor sekaligus komedian Daus Mini resmi membuat laporan polisi ke Polda Metro Jaya, Jumat (7/8/2026), terkait dugaan pencemaran nama baik yang dilakukan oleh akun media sosial yang mengatasnamakan dirinya. Ia datang didampingi kuasa hukumnya, Zecky Alatas, untuk menindaklanjuti kasus tersebut.

Menurut Daus Mini, laporan yang dibuatnya hari ini merupakan kelanjutan dari rencana hukum yang sudah disiapkan sejak beberapa waktu sebelumnya, menyusul maraknya penyalahgunaan identitasnya di dunia maya.
Zecky Alatas menjelaskan, laporan tersebut merujuk pada dugaan pelanggaran Undang-Undang ITE.

Ia mengungkapkan pihaknya sengaja memberikan tenggat waktu kepada pemilik akun bersangkutan untuk melakukan introspeksi sebelum akhirnya memutuskan menempuh jalur hukum, namun perilaku pemilik akun justru semakin menjadi-jadi.

Akun yang dilaporkan diketahui menggunakan nama dan foto Daus Mini untuk menyebarkan konten bermuatan ujaran kebencian, termasuk menyinggung isu suku dan ras, yang pada akhirnya memicu perdebatan di kalangan warganet.

Daus Mini mengungkapkan, keberadaan akun palsu tersebut turut berdampak pada kehidupannya di ruang publik. Ia bahkan sempat mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari orang-orang yang mengira dirinya adalah pemilik konten kontroversial itu, meski telah berulang kali mengklarifikasi bahwa akun tersebut bukan miliknya.

Sebelum menempuh jalur hukum, tim kuasa hukum sempat menghubungi langsung pemilik akun untuk memberikan peringatan. Namun, peringatan tersebut diabaikan sehingga langkah hukum akhirnya menjadi pilihan terakhir.

Selain laporan terkait akun TikTok tersebut, Daus Mini dan kuasa hukumnya turut menyiapkan laporan lanjutan atas dugaan ancaman serta body shaming yang diterimanya melalui pesan langsung di Instagram.

Daus Mini menyebut, sejumlah upaya persuasif termasuk permintaan klarifikasi dan permintaan maaf sempat disampaikan kepada pemilik akun, namun tidak pernah ditanggapi hingga konten bermasalah tersebut tetap dibiarkan aktif sampai saat ini.

Share Here:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Are you human? Please solve:Captcha