AS Dukung Hak Pakistan Membela Diri dari Taliban Afghanistan

AS Dukung Hak Pakistan Membela Diri dari Taliban Afghanistan

warga palestina
Presiden Amerika Serikat Donald Trump

Washington – Amerika Serikat menyatakan dukungannya terhadap Pakistan untuk membela diri setelah negara itu melancarkan serangan udara ke wilayah Afghanistan, yang kini dipimpin oleh pemerintahan Taliban.

Dukungan tersebut disampaikan oleh Wakil Menteri Luar Negeri AS bidang Urusan Politik, Allison Hooker, melalui unggahan di platform X usai melakukan pembicaraan dengan pejabat.

“Amerika Serikat terus memantau situasi ini dengan cermat dan mendukung hak Pakistan untuk membela diri dari serangan Taliban,” tulis Hooker.

Ia juga menyampaikan belasungkawa atas jatuhnya korban jiwa dalam konflik terbaru antara Pakistan dan Taliban. Namun, dalam pernyataannya, AS tidak secara langsung menyerukan penghentian pertempuran.

Sikap AS ini berbeda dengan beberapa negara lain. Inggris sebelumnya meminta kedua pihak menahan diri agar konflik tidak bertambah parah, China menyerukan gencatan senjata, sementara Iran menawarkan diri sebagai mediator.

Serangan Pakistan ke sejumlah kota besar di Afghanistan menjadi yang paling signifikan sejak Taliban kembali berkuasa pada 2021, setelah penarikan pasukan AS dari negara tersebut.

Sebelumnya, hubungan AS dan Pakistan sempat memburuk akibat perang Afghanistan. Pemerintahan Presiden Joe Biden kala itu menjaga jarak dengan Islamabad karena sejarah dukungan negara itu terhadap Taliban.

Namun, arah kebijakan berubah di bawah Presiden Donald Trump. AS kembali menjalin hubungan bilateral. Trump bahkan memuji Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif dan Kepala Staf Militer, Field Marshal Asim Munir, atas kepemimpinan mereka.

“Saya sangat menghormati pemimpin. Negara itu berada di jalur yang sangat baik,” ujar Trump.

Baca:Punch, Bayi Monyet yang Mencuri Hati Dunia, Mulai Bisa Beradaptasi

Share Here: