Anak Almarhum Sempat Emosi Saat Lihat Penembak Ayah

Anak Almarhum Sempat Emosi Saat Lihat Penembak Ayah

Kabupaten Tangerang – Agam Muhammad, anak almarhum Ilyas Abdurrahman, korban penembakan di Rest Area Km 45, Tol Tangerang-Merak, Jayanti, Kabupaten Tangerang, Banten, mengaku sempat emosi saat melihat oknum anggota TNI AL penembak ayahnya, dalam reka adegan perkara.

“Coba bayangkan saja, ketika melihat sosok pembunuh ayah kandung sendiri, dan itu dilakukan di depan mata saya,” kata Agam seusai reka adegan ulang di Rest Area Km 45, Tol Tangerang-Merak, Jayanti, Kabupaten Tangerang, Banten, Sabtu dini hari. Ia sempat meluapkan emosi dengan mengeluarkan kata-kata kasar kepada pembunuh ayahnya itu.

Akibat insiden itu, petugas Pusat Polisi Militer Angkatan Laut terpaksa menghentikan sementara proses rekonstruksi. Setelah situasi kembali kondusif dan aman, tim penyidik Puspomal TNI melanjutkan eka adegan. Rekonstruksi dilakukan untuk menyesuaikan antara fakta di lapangan dengan keterangan yang disampaikan para tersangka dalam berita acara pemeriksaan.

Maka, dini hari tadi Pusat Polisi Militer Angkatan Laut merampungkan 36 reka adegan ulang dalam rekonstruksi kasus penembakan bos rental di Rest Area Km 45, Tol Tangerang-Merak, Banten. Mereka menghadirkan seluruh saksi dan ketiga pelaku oknum anggota TNI yaitu AA, RH, dan BA.

Salah satu reka adegan menunjukkan saat pelaku menodongkan senjata api dan memberi tembakan peringatan sebelum menjatuhkan korban. Tahapan ini dilakukan pada sub 3, ketika saksi beserta korban sedang menahan salah satu oknum TNI AL. Laly pada sub 3 adegan ke 9, pelaku menembak korban lalu berlari ke dalam mobil Daihatsu Sigra untuk melarikan diri.

Rizky (24), anak almarhum Ilyas mengatakan bahwa rekonstruksi yang dilakukan TNI AL secara keseluruhan sudah sesuai dengan kejadian peristiwa. Dalam reka adegan, titik awal hingga insiden penembakan dilakukan secara detail oleh penyidik TNI. “Reka adegan sudah sesuai dengan yang saya dialami,” pula.

Selama rekonstruksi, kata Rizky, tidak ada adegan pengeroyokan kepada para pelaku. Hal ini membantah pernyataan Panglima Komando Armada TNI AL Laksamana Madya TNI Denih Hendrata bahwa anggota TNI AL itu menembak karena dikeroyok.

“Reka adegan pengeroyokan tidak ada tadi. Kami percayakan kepada TNI/Polri untuk mengusut kasus ini,” ujarnya.

Share Here: