
53 Sekolah Rakyat Siap Beroperasi di Tahun Ajaran 2025-2026
Padang – Sebanyak 53 Sekolah Rakyat siap beroperasi pada tahun ajaran baru 2025-2026 mendatang. Dua di antaranya berada di Sumatera Barat (Sumbar). Sekolah Rakyat adalah program pendidikan yang diinisiasi pemerintah untuk memberikan akses pendidikan gratis dan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. Program ini dirancang sebagai sekolah berasrama.
“Ada 53 titik Sekolah Rakyat yang sudah memenuhi syarat untuk memulai pembelajaran tahun 2025 ini. Dua ada di Sumatera Barat. Selain disini, juga di Kabupaten Solok,” kata Menteri Sosial Saifullah Yusuf alias Gus Ipul kepada wartawan di Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Padang, Selasa (29/4).
Selain menjadi pusat pelatihan, BBPPKS Padang juga akan disulap menjadi Sekolah Rakyat. Saat ini sudah dilakukan proses penerimaan anak didik. Gus Ipul yang didampingi Wakil Guberrnur Sumatera Barat, Vasko Ruseimy, Kepala Dinas Sosial Sumbar, Saefullah melihat langsung proses penerimaan anak didik baru sekolah rakyat sebelum mulai siap beroperasi.
Menurut Menteri Sosial, pemerintah berencana membangun 200 Sekolah Rakyat tahun ini. Sebanyak 100 sekolah akan dibangun dan dibiayai oleh APBN, sementara 100 lainnya oleh swasta. “Insya Allah targetnya Presiden setiap kabupaten kota minimal satu sekolah,” kata Gus Ipul.
Sekolah Rakyat akan dilengkapi berbagai fasilitas, mulai dari ruang kelas untuk SD, SMP, hingga SMA, perumahan guru, fasilitas olahraga, serta sarana pendukung lainnya, dan dirancang untuk menampung sekitar 1.000 siswa per lokasi.
Informasi tentang siap beroperasinya dua sekolah rakyat di Sumatera Barat itu kembali diulang Gus Ipul saat dialog pilar-pilar sosial di kantor gubernur. “Saya mendapatkan informasi luar biasa, di mana teman-teman di Sumatera Barat ini antusias, bersemangat, terutama Gubernur, Bupati dan Wali Kota untuk menyukseskan program Presiden Prabowo dalam penyelenggaraan Sekolah Rakyat,” katanya.
Kepastian akan dibukanya dua sekolah rakyat di Sumbar disambut gembira oleh Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade. Dia mendukung penuh program Sekolah Rakyat yang tengah digencarkan oleh Kemensos atas arahan Presiden. “Program Presiden Prabowo ini bukan janji manis tapi program ini hadir untuk rakyat. Untuk urusan Sekolah Rakyat ini luar biasa,” kata Andre.
Andre mengimbau agar jajaran pemerintah daerah lain segera mengusulkan penyelenggaraan Sekolah Rakyat. “Sampaikan pada kepala daerahnya, ini program presiden untuk mempersiapkan ini (Sekolah Rakyat), nanti pemerintah pusat melalui Kemensos akan membangun,” kata anggota Fraksi Partai Gerindra itu.
Wakil Gubernur Sumbar Vasko Ruseimy juga menyambut hangat kepastian pembukaan sekolah rakyat ini. Dia bersyukur dua Sekolah Rakyat sekaligus akan dibuka di Sumbar. “Dari 53 Sekolah Rakyat se-Indonesia yang mendapat pertama kali (di tahap awal). Alhamdulillah Sumbar masuk, ada di Kabupaten Solok dan di BBPPKS Padang. Mudah-mudahan Sekolah Rakyat dapat dibangun di seluruh kabupaten/kota di Sumbar,” ujarnya.
Selain program pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin, Gus Ipul juga menekankan tentang pentingnya integrasi program Kemensos dengan program daerah, khususnya untuk mempercepat pengentasan kemiskinan. Ia menyebut, kordinasi akan diperkuat agar penyaluran bantuan sosial bisa lebih terarah dan terintegrasi.
“Tahun depan kita mencoba misalnya melakukan penyaluran (bantuan sosial) pada waktu yang hampir bersamaan, pemutakhiran data ini juga kita lakukan dengan seksama sehingga data kita makin akurat, diverifikasi setiap tiga bulan,” kata dia.

