
Banjir Dan Longsor Di Sukabumi, 5 Orang Meninggal
reporter-channel – Hujan lebat di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, sejak Selasa (3/12/2024) telah menyebabkan banjir, tanah longsor, pergerakan tanah, dan memakan korban 5 orang meninggal dunia
Data sementara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Jumat (6/12/2024) pukul 09.00 WIB, terdapat 5 orang meninggal dunia. Yaitu :
1. Aden Dafa
2. Ade Wahyu
3. Elma Ayunda
4. Sahroni
5. Dadang
4 korban berasal dari Kecamatan Simpenan dan 1 korban berasal dari Kecamatan Ciemas. Selain itu ada 7 orang yang masih hilang.
Kepala BNPB Letjen Suharyanto memerintahkan seluruh tim SAR gabungan untuk lebih mengoptimalkan operasi pencarian.
“Melihat dari laporan masih ada yang hilang, tolong tim SAR gabungan lebih mengoptimalkan operasi pencarian dilapangan, apabila diperlukan menggunakan alat berat, dipersilahkan,” ucapr Suharyanto.
Operasi pencarian memiliki golden time selama 7 hari. Apabila dalam kurun waktu tersebut belum ditemukan juga, Suharyanto meminta pemerintah daerah setempat bersama tim SAR gabungan untuk segera menemui para ahli waris.
“Apabila masih belum ditemukan dalam kurun waktu tujuh hari, saya minta pemerintah daerah dan tim SAR gabungan untuk menemui para ahli waris, silahkan dimusyawarahkan, apabila para ahli waris masih menginginkan dicari, maka ya harus dicari terus, kita berusaha semaksimal mungkin,” tambahnya.
Upaya pembangunan jembatan darurat bailey juga terus diupayakan untuk membuka jalur mobilitas warga terdampak. Suharyanto juga memerintahkan apabila tidak bisa diakses melalui kendaraan maka dicari alternatifnya.
“Dalam kondisi tanggap darurat, apabila akses jalan tidak bisa dilalui roda empat, maka gunakan roda dua, apabila roda dua tidak bisa, maka ditempuh jalan kaki, karena warga terdampak memerlukan bantuan logistik disana,” ujarnya.
Selain Kepala BNPB, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka pun turut hadir berkunjung ke lokasi bencana di Kampung Cihonje, Desa Sukamaju, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, melihat lokasi bencana tanah bergerak yang mengakibatkan rumah rusak dan memaksa warga untuk mengungsi.
Saat kunjungannya Gibran menyampaikan pentingnya penanganan prioritas terhadap para pengungsi, termasuk penyediaan kebutuhan dasar seperti makanan, air bersih, obat-obatan dan tempat tinggal sementara.



