
Weleh, RI Borong 105.000 Mobil Dari India Pakai Duit Ini
Jakarta – Rasa-rasanya jika tidak ada kebutuhan yang mendesak, rencana Pemerintah RI memborong 105.000 mobil dari India untuk operasional Koperasi Merah Putih harus dibatalkan. Apalagi jika pembiayaan rencana impor 105.000 mobil oleh PT. Agrinas Pangan Nusantara itu berasal dari utang dan mencomot dari dana desa. Terlebih, pelaku industri dalam negeri pun memprotes langkah itu. Impor itu direncanakan akan datang secara bertahap hingga akhir 2026.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa angkat suara soal biaya impor 105.000 mobil pickup dari pabrikan Tata Motor India yang hendak digunakan bagi operasional Koperasi Merah Putih.
Menurut Menkeu Purbaya, sumber pembiayaan impor 105.000 mobil berasal dari dana alokasi Kopdes Merah Putih.
Purbaya mengatakan pembiayaan Kopdes Merah Putih berasal dari pinjaman ke bank-bank BUMN (Himbara).
Pihaknya bertugas mencicil pinjaman sebesar Rp 40 triliun per tahun selama enam tahun.
Meski demikian, Purbaya menekankan tidak ada tambahan beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dalam pengadaan impor 105.000 mobil pickup dari India. Pasalnya sumber anggaran cicilan berasal dari Dana Desa.
“setiap tahun pun itu sebagian uangnya dipindahkan dari uang Dana Desa. Jadi setiap tahun pun memang kita belanja segitu, cuma sekarang cara belanjanya berubah,” jelas Purbaya, saat jumpa pers APBN Kita, Senin (23/2).
Sebelumnya, Purbaya mengeluarkan aturan yang menetapkan 58,03% atau Rp 34,57 triliun alokasi Dana Desa untuk mendukung program Kopdes Merah Putih. Penggunaan itu secara rinci diarahkan pada pembayaran angsuran dalam rangka pembangunan fisik gerai, pergudangan, serta kelengkapan gerai.
Hal itu diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 7 Tahun 2026 tentang Pengelolaan Dana Desa Tahun Anggaran 2026 yang berlaku sejak diundangkan 12 Februari 2026. Diketahui, total pagu Dana Desa tahun 2026 ditetapkan sebesar Rp 60,57 triliun.
Baca:Pengusaha Teriak Rencana Impor 105.000 Mobil Operasional Koperasi Merah Putih

