
Walk For Autism Jakarta 2025 Akan Digelar
Jakarta – Minggu pagi (10/8/2025) di Plaza Senayan akan tampak beda. Ratusan orang dari berbagai latar belakang akan melangkah bersama dalam Walk For Autism (WFA) Jakarta 2025 yang diselenggarakan oleh Junior Chamber International Chapter Nusantara (JCI Nusantara).
WFA Jakarta 2025 bukan sekadar kegiatan jalan santai, melainkan sebuah gerakan edukatif dan solidaritas publik yang bertujuan menciptakan masyarakat yang lebih inklusif. Melalui acara ini, JCI Nusantara ingin menyuarakan bahwa anak-anak dan individu dengan autisme memiliki hak yang sama untuk tumbuh, belajar, dan berkontribusi bagi masyarakat.
Acara ini akan berlangsung dari pukul 06.00 sampai 11.00 WIB di area Fountain, Plaza Senayan, Jakarta. Pendaftaran dapat dilakukan melalui event.tix.id dengan kata kunci WFA 2025 Jakarta, sementara donasi bisa disalurkan lewat KawanBantu atau transfer bank.
Selain menjadi ruang kampanye publik, Walk For Autism Jakarta 2025 juga dirancang sebagai ajang penggalangan dana. Dana yang terkumpul akan dialokasikan oleh JCI Nusantara untuk mendukung program pelatihan, edukasi, serta penciptaan lapangan kerja bagi individu dengan ASD (Autism Spectrum Disorder).
Untuk mendukung pelaksanaan acara ini, JCI Nusantara membentuk WFA Team yang bekerja sama dengan komunitas dan mitra sosial.
Di Indonesia, data prevalensi autisme masih beragam. WHO memperkirakan satu dari setiap 100 anak berada dalam spektrum autisme, sementara Kementerian Kesehatan mencatat sekitar 2,4 juta anak hidup dengan ASD. Sayangnya, keterlambatan deteksi dini dan stigma sosial masih menjadi tantangan besar.
Di balik angka-angka tersebut, ada kisah keluarga dan individu yang berjuang dalam diam. Seorang ibu dari anak dengan autisme yang tidak mau disebutkan namanya, berbagi pengalamannya.
“Jangan membandingkan capaian anak kita dengan anak lain. Bandingkan kemajuan anak kita sendiri dari waktu ke waktu supaya kita bisa lebih adil melihat potensinya,” ucapnya.
Cerita serupa datang dari Raina (red) , seorang mahasiswi penyandang ASD yang sempat disalahpahami karena gaya komunikasinya. Berkat dukungan keluarga dan lingkungan belajar yang inklusif, Raina kini mampu menempuh pendidikan tinggi dan menunjukkan bahwa autisme bukan hambatan untuk berprestasi.
JCI Nusantara hadir sebagai salah satu pihak yang ingin memastikan agar lebih banyak individu ASD bisa tumbuh maksimal dan meraih potensinya.
“Kami percaya bahwa setiap anak, termasuk mereka yang berada dalam spektrum autisme, memiliki hak yang sama untuk tumbuh, belajar, dan berkontribusi. Walk For Autism bukan hanya kegiatan sosial, tapi langkah nyata membangun ekosistem inklusif” kata Chandra Lohisto, local president JCI Nusantara.

