
Viral Video Saiful Mujani Ajak Jatuhkan Prabowo, Tudingan Makar Mengalir Deras

Jakarta – Sebuah potongan video ceramah Saiful Mujani, pendiri Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), mendadak viral di media sosial. Dalam video itu, akademisi tersebut dituding melontarkan pernyataan inkonstitusional dengan mengajak publik menjatuhkan Presiden Prabowo Subianto.
Saiful Mujani dalam video tersebut menyatakan bahwa jalur formal pemakzulan atau impeachment tidak akan efektif di era pemerintahan Prabowo. Ia kemudian menawarkan alternatif lain yang dinilai kontroversial.
“Saya alternatifnya bukan pada prosedur yang formal impeachment seperti itu, itu tidak akan jalan. Yang jalan hanya ini, bisa nggak kita mengonsolidasikan diri untuk menjatuhkan Prabowo, hanya itu,” ucap Saiful dalam rekaman video tersebut.
Ia juga menegaskan bahwa menasihati Prabowo dianggap mustahil, dan satu-satunya jalan menyelamatkan bangsa adalah dengan menjatuhkan kepemimpinannya.
“Kalau nasihati Prabowo nggak bisa juga, bisanya hanya dijatuhkan, itulah menyelamatkan, tapi bukan menyelamatkan Prabowo, menyelamatkan diri kita dan bangsa ini,” lanjutnya.
Pernyataan itu sontak memantik reaksi luas. Tudingan makar langsung dialamatkan kepada Saiful Mujani di media sosial. Mayoritas respons bernada keras dan menolak pernyataan Saiful Mujani.
Akun rita*** menulis, “Dia aja berani tampil untuk jatuhkan Presiden, masa kita nggak berani tampil untuk bela negara. Setiap warga negara Indonesia berkewajiban untuk menjaga persatuan dan keamanan negara.”
Senada, akun rudy*** menegaskan sikapnya, “Maaf pak, kalau sudah ajakan makar. Kami lawan pak!”
Akun dool*** menyindir dengan nada sarkastis, “Frustrasi ya bos, survei lu nggak sesuai dengan keinginan.”
Tak sedikit pula yang mempertanyakan relevansi pernyataan Saiful. Akun alga*** menulis, “Apa pungsinya pemilihan kalau tiap habis pemilu diganti.”
Sementara akun nrdn*** meringkas pandangannya singkat namun tajam: “Frustrasi yang didukung kalah.”
Kontroversi ini muncul di tengah sejumlah survei SMRC yang menyoroti kebijakan pemerintahan Prabowo. Salah satunya, survei yang menunjukkan 50,9 persen masyarakat Indonesia tidak setuju Indonesia bergabung dalam Board of Peace (BoP) di bawah kepemimpinan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Survei lain mencatat 44,9 persen warga menolak pengiriman 8.000 tentara ke Gaza sebagai bagian dari dukungan terhadap BoP.
SMRC selama ini dikenal sebagai salah satu lembaga survei paling kredibel di Indonesia. Didirikan oleh Profesor Saiful Mujani, lembaga ini kerap disebut sebagai “standar emas” jajak pendapat di Tanah Air berkat rekam jejaknya yang konsisten dari pemilu ke pemilu.
Mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pernah menyatakan kepercayaannya terhadap Saiful karena dinilai objektif dan tidak memanipulasi data demi kepentingan klien. Jurnalis Najwa Shihab juga pernah memuji kredibilitas SMRC sebagai lembaga yang sudah membuktikan diri lewat berbagai produk risetnya.



