
Viral Dugaan Pelecehan di SFL, Andhika Sudarman Buka Suara
Jakarta – Nama Andhika Sudarman tengah menjadi sorotan publik setelah muncul dugaan pelecehan seksual dalam program SejutaCita Future Leaders (SFL) yang ia dirikan. Isu tersebut ramai diperbincangkan di media sosial sejak akhir Februari 2026.
Dugaan ini pertama kali mencuat melalui unggahan akun X (sebelumnya Twitter) @matchagreen100 dan Instagram @matchagreen1001 yang membagikan pengalaman sejumlah peserta selama mengikuti program tersebut. Unggahan itu memicu diskusi luas serta respons dari pihak terkait.
Kronologi Mencuatnya Dugaan
Dalam unggahannya, akun tersebut memuat ulasan bertajuk Review Jujur SejutaCita Future Leaders (SFL) dari Alumni yang disertai peringatan konten sensitif. Sejumlah peserta mengaku mengalami ketidaknyamanan selama mengikuti rangkaian kegiatan, termasuk dalam sesi mentoring yang dipandu langsung oleh pendiri program.
SFL sendiri dikenal sebagai program edu-leadership trip ke luar negeri yang menyasar pelajar dan mahasiswa usia 13–35 tahun. Peserta disebut membayar biaya program dengan nominal yang tidak sedikit, mulai dari puluhan juta rupiah, dengan skema fully funded, partially funded, dan self-funded.
Selain dugaan pelecehan, beberapa peserta juga menyampaikan keluhan teknis terkait pengelolaan perjalanan, akomodasi, konsumsi, hingga perubahan agenda kunjungan kampus yang sebelumnya dijanjikan.
Dugaan dalam Sesi Mentoring
Isu paling serius muncul dari pengakuan sejumlah peserta yang mengaku menerima komentar bernada seksual atau pembahasan yang dinilai tidak pantas dalam sesi mentoring. Beberapa di antaranya menyebut pembahasan menyentuh topik fisik, relasi romantis, hingga candaan yang dianggap melewati batas profesional.
Para peserta mengungkapkan kekecewaan karena program yang diharapkan menjadi wadah pengembangan kepemimpinan dan perencanaan karier justru memunculkan pengalaman yang dinilai tidak nyaman.
Hingga kini, belum ada informasi resmi terkait proses hukum atas dugaan tersebut.
Profil Andhika Sudarman
Berdasarkan profil publiknya, Andhika Sudarman merupakan lulusan Fakultas Hukum Universitas Indonesia yang kemudian melanjutkan studi Master of Laws (LL.M.) di Harvard Law School melalui beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).
Selama menempuh pendidikan di Amerika Serikat, ia disebut menerima Dean’s Award for Community Leadership serta terpilih sebagai Class Marshal Elect HLS Class of 2020.
Sepulang ke Indonesia, ia mendirikan sejumlah perusahaan rintisan di bidang education technology dan human resource technology, termasuk SFL. Ia juga dikenal sebagai penulis buku pengembangan diri untuk pelajar dan mahasiswa.
Klarifikasi dari Andhika Sudarman
Menanggapi isu yang beredar, Andhika menyampaikan pernyataan melalui akun Instagram pribadinya. Dalam klarifikasi tersebut, ia mengakui bahwa isu yang mencuat merupakan hal serius dan meminta maaf kepada pihak-pihak yang merasa tidak nyaman.
Namun, ia membantah tuduhan pelecehan seksual. Dalam pernyataannya, ia menegaskan tidak pernah melakukan maupun berniat melakukan pelecehan terhadap siapa pun, termasuk anak di bawah umur.
Ia juga menyatakan siap menjalani proses klarifikasi dan membuka ruang verifikasi independen. Disebutkan pula bahwa pengelolaan program SFL sementara dialihkan kepada pimpinan lain sebagai bagian dari evaluasi internal.
Kasus ini masih menjadi perbincangan di media sosial. Publik menantikan perkembangan lebih lanjut, termasuk kemungkinan adanya proses investigasi resmi dari pihak berwenang.



