
Veda Ega Pratama, dari Motocross hingga Bidik Podium Moto3 Amerika

Pembalap muda Indonesia Veda Ega Pratama kini menjadi salah satu talenta paling menjanjikan di dunia balap motor internasional. Pembalap asal Wonosari, Gunungkidul, Yogyakarta itu mencatat sejarah setelah finis di posisi ketiga pada seri Moto3 Brasil 2026 di Sirkuit Autódromo Internacional Ayrton Senna.
Hasil tersebut menjadikannya sebagai pembalap Indonesia pertama yang berhasil naik podium di ajang Grand Prix balap motor dunia.
Setelah pencapaian bersejarah tersebut, Veda kini mengincar hasil lebih baik pada seri Moto3 Amerika Serikat yang akan berlangsung di Circuit of the Americas (COTA), Texas akhir pekan ini. Pembalap berusia 17 tahun itu menargetkan bisa kembali naik podium, bahkan membidik posisi kedua.
Tambahan 16 poin dari seri Brasil juga membuat posisi Veda di klasemen sementara Moto3 melonjak. Saat ini ia mengoleksi 27 poin dan menempati peringkat ketiga klasemen sementara, hanya terpaut satu poin dari pembalap di posisi kedua, Marco Morelli.
Awal Ketertarikan pada Dunia Balap
Perjalanan Veda menuju panggung dunia dimulai sejak usia sangat dini. Ia lahir di lingkungan yang dekat dengan dunia balap motor karena sang ayah, Sudarmono, merupakan mantan pembalap nasional yang pernah berkompetisi di kelas Supersport 600 Kejuaraan Nasional.
Ketertarikan Veda terhadap balap motor mulai terlihat sejak kecil. Pada usia lima tahun, ia sudah mendapatkan motor minibike dari sang ayah. Setahun kemudian, tepatnya saat berusia enam tahun, Veda mulai mengikuti kompetisi balap pertamanya.
Mengawali Karier dari Motocross
Karier balap Veda tidak langsung dimulai di lintasan aspal. Ia terlebih dahulu mengasah kemampuan di lintasan tanah melalui ajang motocross.
Pada 2016, saat berusia delapan tahun, Veda berhasil menembus posisi empat besar di ajang National Motocross kelas 50cc. Setahun kemudian, ia kembali berkompetisi di kelas 65cc dan finis di peringkat 15 besar.
Pengalaman di lintasan tanah tersebut menjadi fondasi penting sebelum ia beralih ke balap aspal.
Bersinar di Level Nasional
Veda mulai mencuri perhatian ketika beralih ke ajang road race nasional pada 2018. Ia berhasil meraih gelar juara di Honda Dream Cup dan Motoprix Championship menggunakan motor Honda Sonic 150R.
Prestasinya semakin mengilap pada 2019. Dalam satu musim, ia sukses meraih tiga gelar sekaligus, yakni juara Astra Honda Racing School, juara Honda Dream Cup Rookie Class, serta juara One Prix Championship kelas Beginner. Saat itu usianya baru menginjak 10 tahun.
Menembus Level Asia
Performa konsisten di tingkat nasional membuat Veda mendapat kesempatan bergabung dalam program pembinaan Astra Honda Racing Team.
Pada 2021, ia tampil di Asia Talent Cup sebagai wildcard dalam dua seri yang berlangsung bersamaan dengan MotoGP Indonesia dan WorldSBK Indonesia. Ia menutup musim di posisi ke-17 klasemen akhir.
Setahun kemudian, Veda menjalani musim penuh pertamanya di Asia Talent Cup. Meski berstatus rookie, ia mampu mencatatkan tiga kemenangan dan menutup musim di posisi ketiga klasemen.
Performa Veda mencapai puncaknya pada 2023 ketika ia tampil dominan dengan mencatatkan sembilan kemenangan dari total 12 balapan dan memastikan gelar juara Asia Talent Cup. Prestasi ini menjadikannya pembalap Indonesia pertama yang meraih gelar tersebut.
Pada tahun yang sama, ia juga berkompetisi di Asia Road Racing Championship kelas AP250 dan menutup musim di posisi ketiga klasemen akhir.
Menantang Diri di Eropa
Kesuksesan di Asia membuka jalan bagi Veda untuk berkompetisi di Eropa melalui ajang Red Bull Rookies Cup, yang dikenal sebagai jalur pembinaan menuju MotoGP.
Pada musim debut 2024, Veda langsung menunjukkan potensinya dengan meraih podium di Red Bull Ring, Austria, dan menutup musim di posisi kedelapan klasemen akhir.
Pada tahun yang sama, ia juga berlaga di Asia Road Racing Championship kelas SS600 dan finis di posisi keenam.
Performa Veda semakin meningkat pada 2025. Meski sempat absen satu seri akibat cedera tangan, ia tetap mampu mencatatkan tiga kemenangan, dua kali finis kedua, dan satu kali finis ketiga.
Ia meraih kemenangan di Sachsenring serta dua kemenangan di Mugello, sementara podium lainnya diraih di Spielberg dan Jerez. Hasil tersebut mengantarkannya menjadi runner-up Red Bull Rookies Cup 2025.
Debut Moto3 dan Podium Bersejarah
Pada 31 Oktober 2025, Honda Team Asia secara resmi mengumumkan Veda Ega Pratama sebagai pembalap mereka untuk musim Moto3 2026. Ia berduet dengan pembalap Jepang Zen Mitani dan menggunakan nomor balap 54.
Debutnya di seri pembuka Moto3 Thailand berlangsung impresif dengan finis di posisi kelima.
Performa Veda meningkat pada seri kedua yang berlangsung di Brasil. Ia sempat turun ke posisi 10 di awal balapan, namun berhasil memanfaatkan restart setelah red flag.
Veda kemudian menyalip sejumlah pembalap hingga akhirnya finis di posisi ketiga setelah melewati Alvaro Carpe di putaran terakhir. Ia berada di belakang duo Aspar, Maximo Quiles dan Marco Morelli.
Podium tersebut menjadi tonggak sejarah bagi dunia balap Indonesia karena untuk pertama kalinya pembalap Tanah Air berhasil naik podium di ajang Grand Prix.
Kini, pada seri Moto3 Amerika Serikat di Circuit of the Americas, Veda bertekad melanjutkan momentum positifnya dengan kembali membidik podium, bahkan menargetkan finis di posisi kedua. Dengan usia yang masih sangat muda, peluangnya untuk terus berkembang di level balap dunia masih terbuka lebar.
Baca:Ini Daftar Pemain Timnas Indonesia Untuk FIFA Series 2026

