
Trump, Putin, dan Pemimpin Timur Tengah Sepakat Perang Israel-Iran Harus Diakhiri
Washington – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengaku telah berbincang-bincang via telepon dengan Presiden Rusia Vladimir Putin pada Sabtu (14/6/2025) mengenai ketegangan di Timur Tengah dan pembicaraan damai Rusia-Ukraina. Kedua pemimpin negara adidaya itu sepakat bahwa perang Israel-Iran ini harus diakhiri.
“Dia merasa, sama seperti saya bahwa perang Israel-Iran ini harus diakhiri,” tulis Trump di platform media sosialnya Truth Social seraya menambahkan bahwa Putin mengenal Iran dengan sangat baik.
Trump kemudian mengatakan bahwa dirinya juga menjelaskan kepada Putin bahwa konflik Rusia-Ukraina juga harus berakhir dalam percakapan selama satu jam tersebut.
“Kami berbicara cukup lama. Waktu yang dihabiskan untuk membahas Rusia/Ukraina jauh lebih sedikit, tetapi itu akan dibahas pekan depan. Dia (Putin) sedang melakukan pertukaran tahanan yang sudah direncanakan, sejumlah besar tahanan sedang ditukar, secara langsung, dari kedua belah pihak,” kata Trump.
Trump merayakan ulang tahunnya yang ke-79 pada Sabtu. Presiden AS itu mengatakan bahwa Putin mengucapkan selamat ulang tahun kepadanya dalam percakapan via telepon itu.
Sementara itu, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada Sabtu (14/6/2025) menggelar pembicaraan via telepon dengan para pemimpin Arab Saudi, Yordania, Iran, Pakistan, dan Mesir untuk membahas perang Israel-Iran, serta memperingatkan bahwa operasi militer terbaru Israel dapat mengganggu stabilitas seluruh kawasan dan merusak keamanan global.
Menurut pernyataan Direktorat Komunikasi Turki, Erdogan berbicara secara terpisah dengan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman Al Saud, Raja Yordania Abdullah II, Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif, Presiden Iran Masoud Pezeshkian, dan Presiden Mesir Abdel-Fattah al-Sisi.
Dalam percakapannya dengan para pemimpin itu, Erdogan mengecam keras serangan udara Israel baru-baru ini di wilayah Iran, yang mengakibatkan warga sipil menjadi korban dan menewaskan sejumlah pejabat militer senior.
Erdogan memperingatkan bahwa serangan Israel terhadap Iran, yang terjadi di tengah pembicaraan rekonsiliasi nuklir antara Amerika Serikat dan Iran, merupakan upaya yang disengaja untuk menyabotase upaya perdamaian.
Erdogan mengatakan serangan tersebut telah memicu kebocoran nuklir dan menimbulkan “ancaman yang tidak bertanggung jawab terhadap keamanan regional dan global.” “Kawasan ini tidak mampu menghadapi krisis lainnya,” tutur Erdogan kepada para pemimpin tersebut.
Ia menekankan bahwa perang skala penuh dapat memicu gelombang migrasi ilegal dan mendesak semua pihak untuk mendukung solusi diplomatik, khususnya negosiasi lanjutan mengenai program nuklir Iran.
Dalam pembicaraannya dengan Presiden Mesir Abdel-Fattah al-Sisi, Erdogan juga menekankan tindakan Israel tidak boleh menutupi penderitaan yang sedang berlangsung di Gaza. Erdogan menyebut pembangkangan pemerintah Israel terhadap hukum internasional sebagai masalah global, bukan hanya masalah regional.
Baca dong: Israel-Iran Saling Serang, Perang Dunia III Sebentar Lagi?



