
Trump Pecat 3 Jenderal Di Tengah Perang
Washington D.C. – Sedikitnya tiga jenderal senior di lingkungan militer Departemen Pertahanan Amerika Serikat. Langkah ini memicu perhatian publik dan pengamat pertahanan, terutama karena terjadi di tengah meningkatnya tensi geopolitik global.
Menurut sejumlah sumber di Pentagon, kebijakan ini merupakan bagian dari evaluasi internal dan restrukturisasi kepemimpinan militer guna memastikan kesiapan tempur serta efektivitas komando. Seorang pejabat yang enggan disebutkan namanya menyebutkan bahwa “perubahan dalam struktur kepemimpinan adalah hal yang lumrah untuk menjaga dinamika organisasi tetap responsif terhadap tantangan baru.”
The Washington Post dan CBS melaporkan Ketiga jenderal yang dipecat Trump melalui Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) Pete Hegseth adalah Kepala Staf Angkatan Darat (AD) Jenderal Randy George, Pejabat Komando Transformasi dan Pelatihan Angkatan Darat Jenderal David Hodne dan Pejabat Korps Pendeta Angkatan Darat Mayor Jenderal William Green Jr. Pemecatan itu dilakukan pada Kamis (2/04/2026) waktu setempat.
Menteri Pertahanan Peter Hegseth meminta Randy George untuk segera pensiun dari jabatannya. Randy George menerima kabar pemecatan itu melalui panggilan telepon dari Hegseth saat sedang mengikuti rapat.
Namun demikian, beberapa analis menilai pemecatan tersebut tidak sepenuhnya lepas dari dinamika politik di Amerika Serikat. Dalam beberapa kasus, perbedaan pandangan strategis antara petinggi militer dan pemerintahan sipil disebut menjadi salah satu faktor yang mempercepat pergantian posisi.
Pemerintahan Trump menegaskan bahwa keputusan tersebut murni berbasis profesionalisme, namun isu ini mendapat perhatian dari anggota Kongres Amerika Serikat yang meminta transparansi lebih lanjut terkait alasan di balik pemecatan tersebut. Beberapa anggota parlemen bahkan mendorong dilakukan dengar pendapat untuk memastikan tidak ada intervensi politik yang berlebihan dalam tubuh militer.
Alasan Pemecatan
The New York Times mengungkap pemecatan itu buntut dari perselisihan antara George dan Hegseth terkait keputusan Hegseth untuk memilih dan memblokir promosi empat perwira angkatan darat dalam daftar 29 personel. Hegset menerima promosi sebagain besar perwira kulit putih, sementara yang diblokir adalah dua orang kulit hitam dan dua lainnya perempuan. Time melaporkan berita ini tanpa mengutip nama sumber militer.
Gelombang pergantian ini terjadi di saat militer AS tengah terlibat dalam perang yang semakin sengit dengan Iran yang memicu krisis global. Superioritas Amerika dengan segudang peralatan perang canggihnya kini sedang diuji di perang Iran. Pesawat tempur dan helikopter Amerika Serikat rontok di langit Iran saat menjalankan operasi.



