Trump Kritik NATO usai Sekutu Tolak Misi Selat Hormuz

Trump Kritik NATO usai Sekutu Tolak Misi Selat Hormuz

warga palestina
Presiden Amerika Serikat Donald Trump

Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali melontarkan kritik tajam terhadap NATO setelah mayoritas negara sekutu menolak permintaannya untuk mengirim kapal guna mengamankan Selat Hormuz.

Dalam pernyataannya pada Selasa (18/3/2026) waktu setempat, Trump menyebut penolakan tersebut sebagai “kesalahan yang sangat bodoh”. Ia juga menegaskan bahwa Amerika Serikat tetap mampu bertindak sendiri tanpa bantuan sekutu.

Permintaan itu sebelumnya diajukan Trump kepada sejumlah negara untuk bergabung dalam koalisi patroli di Selat Hormuz, jalur vital ekspor energi dari kawasan Teluk. Ketegangan meningkat setelah Iran dilaporkan menutup sebagian wilayah tersebut menggunakan ranjau, drone, dan rudal sebagai respons atas operasi militer AS dan Israel.

Namun, respons dari negara-negara sekutu cenderung negatif. Jerman menegaskan konflik tersebut tidak berkaitan dengan NATO dan menolak keterlibatan. Spanyol juga menolak ikut operasi militer, sementara Prancis menyatakan tidak akan ambil bagian selama konflik masih berlangsung.

Sejumlah negara Eropa lainnya menekankan bahwa NATO adalah aliansi defensif dan tidak seharusnya terlibat dalam perang yang tidak melalui konsultasi bersama.

Penolakan ini semakin menegaskan isolasi diplomatik Washington dalam konflik yang telah memasuki pekan ketiga dan berdampak pada lonjakan harga minyak global hingga melampaui 100 dolar AS per barel.

Meski menyampaikan kekecewaan, Trump belum mengumumkan langkah balasan terhadap negara-negara yang menolak. Ia hanya menegaskan bahwa Amerika Serikat akan mengingat sikap para sekutu tersebut.

Di sisi lain, negara-negara Eropa meminta kejelasan tujuan perang sebelum memutuskan keterlibatan lebih jauh. Uni Eropa juga tengah mempertimbangkan jalur diplomatik untuk menjaga keamanan pelayaran di Selat Hormuz tanpa harus ikut dalam konflik militer.

Baca:Malaysia Tersingkir dari Kualifikasi Piala Asia 2027 akibat Skandal Pemain Ilegal

Share Here: