Soal Narasi Miring Anggaran MBG, Begini Penjelasan BGN..

Soal Narasi Miring Anggaran MBG, Begini Penjelasan BGN..

Jakarta – Baru-baru ini Badan Gizi Nasional (BGN) diterpa isu miring terkait pemotongan anggaran pendidikan di APBN dan dialihkan untuk membiayai program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dalam narasi yang disebutkan, program MBG yang mencapai Rp 335 triliun dipotong dari dana pendidikan hingga upaya membandingkan pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dengan nasib guru honorer. Wakil Kepala BGN Nanik S. Deyang blak-blakan soal ini.

Waka BGN Nanik S. Deyang menyebut informasi yang beredar itu merupakan hoax. Ditulis dalam akun media sosial Facebook miliknya yang dilihat redaksi Rabu (21/1), Nanik meluruskan narasi yang dianggap tidak jelas sumbernya itu.

Menurut Nanik, dirinya langsung mengkroscek Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa soal potong duit pendidikan buat MBG.

“Saya pekan lalu menemui Menkeu Purbaya dan beliau didampingi Sekjen Keuangan, Heru Pambudi. Saya menanyakan langsung apakah dana program MBG itu dipotong dari dana pendidikan? Pak Purbaya menjawab, “tidak benar, tidak hanya dari anggaran pendidikan, dana itu diambil dari mana-mana semua kementerian kita potong. Saya di sini (Kemenkeu) juga kena potong,” ujar Nanik meniru ucapan menkeu Purbaya saat itu.

Nanik menjelaskan, menkeu purbaya bahkan menambahkan bahwa biaya program MBG berasal dari banyak sumber termasuk dana “pampasan” dari para koruptor.

Nanik juga mengklarifikasi gaji karyawan MBG seperti sopir, tukang cuci ompreng, dan lain-lainnya, yang dibandingkan dengan guru honorer.

“Soal gaji sopir MBG 3 juta ini juga boong, karena gaji sopir MBG itu harian dari 80 ribu  -100 ribu per hari dihitung harian, kalau gak masuk ya gak dibayar. Jadi maksimal kalau masuk terus gajinya Rp 1,9-2,4 juta,” beber Nanik.

Menurut Nanik, narasi perbandingan itu malah menyudutkan profesi guru.

“Tanpa mengecilkan pekerja MBG, Guru honorer memiliki kesempatan untuk menjadi ASN/PNS tetapi sopir, pencuci ompreng dan bekerja lain di dapur tidak akan bisa ikut bisa tes ASN apalagi PNS,” tambahnya.

Lebih lanjut, Nanik menjelaskan bahwa postur anggaran pendidikan di APBN tahun 2023 adalah Rp 608,3 Triliun, tahun 2024 naik Rp 665 Triliun, tahun 2025 naik menjadi 724,3 Triliun dan tahun 2026 sebesar 757,8 Triliun.

“tahun 2025 dan tahun 2026 saat ada program MBG terjadi peningkatan anggaran, jadi yg diambil MBG bukan yang selama ini sudah berjalan, tetapi dari tambahan anggaran dan jumlahnya juga tidak sebesar 335 Triliun,” ujar waka BGN itu.
Baca:KPAI Ungkap 12.658 Anak Keracunan Program MBG Sepanjang Tahun 2025

Share Here: