Senat AS Sahkan Markwayne Mullin sebagai Menteri Keamanan Dalam Negeri yang Baru

Senat AS Sahkan Markwayne Mullin sebagai Menteri Keamanan Dalam Negeri yang Baru

Markwayne Mullin

Senat Amerika Serikat resmi mengesahkan senator Partai Republik dari Oklahoma, Markwayne Mullin, sebagai Menteri Keamanan Dalam Negeri yang baru. Ia akan memimpin United States Department of Homeland Security (DHS) di tengah sorotan publik terkait kebijakan imigrasi dan situasi keamanan global.

Pengangkatan Mullin disetujui melalui pemungutan suara di Senat dengan hasil 54 berbanding 45. Ia bahkan ikut memberikan suara untuk dirinya sendiri dalam sidang yang berlangsung pada Senin (23/3/2026) malam.

Markwayne Mullin ditunjuk oleh Presiden AS Donald Trump untuk menggantikan pejabat sebelumnya, Kristi Noem, yang dijadwalkan meninggalkan jabatannya pada akhir bulan ini. Dengan pengesahan tersebut, Mullin akan menjadi menteri kesembilan yang memimpin DHS sejak lembaga itu dibentuk setelah tragedi September 11 attacks pada 2001.

Penunjukan ini terjadi di tengah sejumlah tantangan besar yang dihadapi DHS. Selain meningkatnya ketegangan global, termasuk konflik antara Amerika Serikat dan Iran, lembaga tersebut juga menghadapi kritik keras terkait penegakan hukum imigrasi serta penutupan sebagian anggaran yang menyebabkan antrean panjang di bandara.

Dalam sidang konfirmasi sebelumnya, Mullin menyatakan siap memulihkan kepercayaan publik terhadap DHS. Ia menegaskan akan tetap melanjutkan agenda imigrasi pemerintahan Trump, namun dengan pendekatan yang lebih terstruktur dan fokus pada penegakan hukum terhadap pelaku kriminal serta individu yang memenuhi syarat untuk dideportasi.

“Saya ingin membangun departemen yang berjalan berdasarkan sistem, bukan pada figur individu,” kata Mullin dalam jawaban tertulis kepada Senat.

Meski mendapat dukungan mayoritas senator Republik, penunjukan Mullin juga menuai kritik dari sejumlah anggota Partai Demokrat. Senator Gary Peters menilai Mullin tidak memiliki temperamen dan kualifikasi yang memadai untuk memimpin lembaga penegak hukum sebesar DHS. Namun, dua senator Demokrat, John Fetterman dan Martin Heinrich, memilih mendukung pengesahan tersebut.

Kontroversi juga membayangi DHS dalam beberapa bulan terakhir, terutama setelah insiden penembakan yang menewaskan dua warga negara AS di Minneapolis saat operasi penegakan imigrasi. Peristiwa itu memicu kemarahan publik dan meningkatkan sorotan terhadap metode penegakan hukum yang dilakukan lembaga tersebut.

Markwayne Mullin berjanji akan memperbaiki prosedur operasi, termasuk mewajibkan aparat memperoleh surat perintah pengadilan sebelum memasuki rumah warga dalam sebagian besar kasus.

Sebelum menjadi senator pada 2023, Mullin pernah menjabat selama 10 tahun sebagai anggota DPR AS. Ia juga dikenal sebagai mantan petarung seni bela diri campuran (MMA) sebelum terjun ke dunia politik.

Kini, Mullin akan memimpin lembaga dengan lebih dari 260 ribu pegawai, menjadikannya salah satu departemen terbesar dalam pemerintahan federal Amerika Serikat.

Baca:Iran Tolak Negosiasi AS, Serangan Israel-Iran Kian Memanas

Share Here: