
Robert Leonard Marbun Resmi Dilantik Jadi Sekjen Kemenkeu

Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melantik pejabat baru Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Keuangan pada Jumat (27/3/2026). Pejabat yang dilantik adalah Robert Leonard Marbun, yang sebelumnya menjabat sebagai Staf Ahli Bidang Kebijakan Penerimaan Negara serta pernah menjadi Staf Ahli Bidang Hubungan Kelembagaan di Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM.
Agenda pelantikan tersebut berlangsung sekitar pukul 09.00 WIB dan dipimpin langsung oleh Menteri Keuangan Purbaya.
Dalam sambutannya, Purbaya secara resmi melantik Robert sebagai Sekjen Kemenkeu yang baru, menggantikan Heru Pambudi, yang telah menjabat sejak 12 Maret 2021.
“Pada hari ini, Jumat, 27 Maret 2026, saya Menteri Keuangan dengan ini resmi melantik saudara dalam jabatan yang baru di lingkungan Kementerian Keuangan,” ujar Purbaya saat pelantikan.
Ia juga menyatakan keyakinannya bahwa Robert mampu menjalankan amanah jabatan dengan baik.
“Saya percaya bahwa saudara akan melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan,” tambahnya.
Robert Marbun bukan sosok baru di lingkungan Kementerian Keuangan. Pria kelahiran Medan, 23 Juni 1970 ini pernah meniti karier di berbagai posisi strategis, termasuk di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC), sebelum kemudian bertugas di Kementerian Investasi/BKPM.
Dari sisi pendidikan, Robert menempuh studi Sarjana Hubungan Internasional di Universitas Padjadjaran. Ia kemudian melanjutkan pendidikan Master of Policy Analysis (MPA) di Saitama University, Jepang pada 2000, serta meraih gelar Doctor of Philosophy in Economics dari Kobe University pada 2004.
Berdasarkan data Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Robert pertama kali melaporkan hartanya pada 2007 dengan nilai Rp1,48 miliar. Setahun kemudian, jumlah tersebut meningkat menjadi Rp2,3 miliar.
Pada 2011, saat menjabat sebagai Tenaga Pengkaji Bidang Pengawasan dan Penegakan Hukum Kepabeanan dan Cukai di DJBC, hartanya tercatat sebesar Rp3,14 miliar.
Pada 2012, ketika menjabat Kepala Kantor Wilayah DJBC Sulawesi, jumlah kekayaannya naik menjadi Rp3,67 miliar dan terus meningkat hingga Rp5,05 miliar pada 2014.
Kariernya berlanjut sebagai Direktur Kepabeanan Internasional DJBC pada 2015 dengan total kekayaan Rp5,55 miliar. Setahun kemudian, saat menjabat Direktur Kepabeanan Internasional dan Antar Lembaga, hartanya tercatat naik menjadi Rp10,97 miliar. Namun pada 2017 jumlah tersebut menurun menjadi Rp5,86 miliar.
Pada 2018, ketika menjabat Staf Ahli Bidang Penerimaan Negara, kekayaannya tercatat sebesar Rp5,97 miliar. Nilai tersebut sempat turun menjadi Rp3,10 miliar pada 2019 sebelum kembali meningkat hingga Rp6,12 miliar pada 2020.
Pada 30 September 2020, Robert menjabat sebagai Staf Ahli Bidang Hubungan Kelembagaan di Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM dengan nilai kekayaan yang masih tercatat Rp6,12 miliar. Terakhir, berdasarkan laporan per 31 Desember 2024, saat masih menjabat di posisi tersebut, total kekayaannya mencapai Rp11,54 miliar.
Baca:Krisis Energi, Bahlil: Arahan Presiden Cari Akal Agar Jangan Beratkan Rakyat Soal BBM Subsidi

