
Ribuan Kapal Tertahan Di Selat Hormuz, Iran Bolehkan Lewat Kecuali Kapal AS-Zionis Israel
Jakarta – Diperkirakan 1.900 kapal komersial masih tertahan di kawasan Selat Hormuz, terutama di Teluk Persia, selama sebulan terakhir sejak operasi militer Amerika Serikat dan Zionis Israel terhadap Iran. Iran membolehkan kapal melintasi selat Hormuz kecuali kapal AS-Zionis Israel.
Teheran secara efektif menutup jalur perairan strategis bagi kapal di selat Hormuz yang membuat lalu lintas maritim di wilayah itu berhenti.
Terbaru, Teheran menyatakan bahwa kapal dari negara selain AS dan Israel tetap dapat melintasi Selat Hormuz selama tidak terlibat atau mendukung agresi terhadap Iran serta mematuhi sepenuhnya aturan keselamatan dan keamanan.
Juru bicara komando terpadu angkatan bersenjata Iran, Ebrahim Zolfaqari, pada Rabu (25/3) mengatakan bahwa pihak Iran telah mengubah aturan di selat tersebut dan situasi tidak akan kembali seperti sebelum perang, seraya menegaskan bahwa entitas yang terkait dengan AS dan Israel tidak memiliki hak untuk melintas.
Berdasarkan data pelacak kapal real-time MarineTraffic pada periode 20 hingga 22 Maret, sekitar 1.900 kapal tidak dapat bergerak di sekitar Selat Hormuz.
Di antara kapal yang tertahan terdapat sekitar 324 kapal curah, 315 kapal pengangkut minyak atau produk kimia, 267 kapal pengangkut produk minyak, dan 211 kapal tanker minyak mentah.
Bahkan 190 juta barel minyak mentah dan produk minyak berada di atas kapal tanker yang tertahan di kawasan tersebut, disebut-sebut oleh perusahaan analisis Vortexa.
Selain itu, terdapat 177 kapal kargo umum, 174 kapal kontainer, 98 kapal pengangkut gas petroleum cair, 42 kapal pengangkut aspal atau bitumen, 37 kapal angkut berat, serta 34 kapal tanker LPG atau kimia di kawasan tersebut, sementara sisanya terdiri dari berbagai jenis kapal lain seperti kapal Ro-Ro, kapal pengangkut bahan bakar, dan kapal angkut berat.
Perusahaan pelayaran Jerman Hapag-Lloyd melaporkan bahwa enam kapalnya tidak dapat beroperasi di Teluk Persia di tengah ketegangan yang berlangsung.
Dalam kondisi normal sekitar 30 persen ekspor minyak global melalui jalur laut, 4 persen kargo curah kering, dan 3 persen volume kontainer melintasi Selat Hormuz.
Sekitar 5,5 persen armada kapal tanker dunia dan 1,5 persen armada kapal kontainer kargo kering saat ini berada di kawasan Teluk Persia.
Sebelumnya Iran menegaskan Selat Hormuz dapat dilintasi kapal transit yang tidak berafiliasi dengan Amerika Serikat (AS) atau zionis Israel. Langkah ini disebut Presiden Iran Masoud Pezeshkian, pada Senin (23/3), sebagai langkah untuk memastikan keamanan dan koordinasi pelayaran lewat jalur air kapal-kapal selain dari pihak agresor.
Pada Minggu, perwakilan tetap Iran untuk Organisasi Maritim Internasional (IMO) Ali Mousavi mengatakan semua kapal, kecuali kapal “musuh”, bisa melintasi Selat Hormuz asalkan berkoordinasi dengan Iran.

