Realisasi Penerimaan Pajak 2025 Meleset Rp 271 Triliun Dari Target

Realisasi Penerimaan Pajak 2025 Meleset Rp 271 Triliun Dari Target

Jakarta – Realisasi penerimaan pajak tahun 2025 meleset dari target yang digadang-gadang pemerintah. Menurut Menteri Keuangan (menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa, jumlah setoran pajak minus Rp 271,7 triliun dari target pemerintah.

Dalam jumpa pers APBN KiTA yang disiarkan kanal Youtube Kementerian Keuangan, pemerintah membeberkan kekurangan setoran pajak tahun lalu.

MenKeu Purbaya Yudhi Sadewa melaporkan realisasi penerimaan pajak sepanjang 2025 terkumpul Rp 1.917,6 triliun. Jumlah itu hanya 87,6% dari yang ditargetkan sebesar Rp 2.189,3 triliun. Purbaya menyebut terdapat shortfall Rp 271,7 triliun.

“Penerimaan pajak hanya Rp 1.917,6 triliun, ini hanya 87,6% dari APBN,” kata Purbaya, Kamis (8/1).

Purbaya menjelaskan, tidak tercapainya target membuat defisit APBN 2025 melebar menjadi Rp 695,1 triliun atau setara 2,92% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Hal itu dikarenakan belanja negara lebih besar mencapai Rp 3.451,4 triliun, sedangkan pendapatan negaranya hanya Rp 2.756,3 triliun.

“Defisitnya membesar ke Rp 695,1 triliun, itu lebih tinggi dibandingkan APBN yang sebesar Rp 616,2 triliun, tapi kita tetap menjaga, pastikan bahwa defisitnya tidak di atas 3%” kata Purbaya.

Sementara Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan alasan setoran pajak yang tidak terkumpul dikarenakan berbagai dinamika perekonomian yang terjadi di 2025. Perekonomian yang sempat melemah di awal tahun membuat penerimaan negara lesu di semester I, meski mengalami perbaikan di semester II.

Menurut Suahasil, PPh Badan Q1 minus 10% dibandingkan 2024, sementara Q2 membaik 2,3%. Sementara PPh Orang Pribadi dan PPh 21 semester I minus 19,4% namun semester II membaik 17,5%.

“PPh Final, PPh 22, PPh 26, PPN dan PPnBM juga seperti itu, semester I tekanannya cukup tinggi, tapi ada perbaikan di semester II. Ini dinamika perekonomian yang tercermin dalam penerimaan pajak kita,” beber Suahasil.

Menurut Suahasil, membaiknya realisasi pajak di semester II-2025 menjadi modal pemerintah untuk masuk ke 2026. Ia optimis kinerja penerimaan pajak tahun ini akan lebih baik dibandingkan sepanjang tahun lalu.
Baca:Komitmen Pemerintah Pulihkan 2,3 Juta UMKM Terdampak Bencana Sumatera

Share Here: