
Ray Dalio Jadi Dewan Penasihat Danantara. Ini Sepak Terjangnya!
Jakarta – Milyarder dan sekaligus investor besar asal Amerika Serikat Raymond “Ray” Dalio ternyata masuk dalam struktur kepengurusan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara. Pendiri lembaga hedge fund terbesar di Amerika Serikat, Bridgewater Associates, ini didapuk menjadi Dewan Penasihat BPI Danantara.
Kepastian tentang masuknya Ray Dalio di jajaran Dewan Penasihat BPI Danantara dikatakan oleh Kepala Badan Pelaksana (CEO) BPI Danantara Rosan Perkasa Roeslani usai menghadiri pertemuan Presiden Prabowo Subianto, belasan taipan Indonesia, beberapa menteri Kabinet Merah Putih dengan Ray Dalio di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat sore.
“Insya Allah,” kata Rosan singkat menjawab pertanyaan para wartawan soal kepastian Ray Dalio sebagai Dewan Penasihat BPI Danantara.
Masuknya Ray Dalio melengkapi nama beken Internasional di Danantara, setelah bekas Perdana Menteri Inggris Tony Blair yang juga masuk dalam jajaran Dewan Penasihat Danantara. Didapuknya Ray Dalio dan Tony Blair di jajaran Penasihat konon merupakan salah satu langkah pemerintah untuk memperbesar eksposur internasional ke Danantara.
“Saya kira siapa pun dia, yang penting kan exposure internasional Danantara harus keluar. Maka dua tokoh itu dipilih,” kata Wakil Ketua Dewan Pengawas Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) Muliaman Hadad Muliaman saat ditemui di Gedung Gade, Jakarta, Rabu, (26/2/2025).
Siapa Ray Dalio
Ray Dalio adalah founder hedge fund terbesar di dunia, Bridgewater Associates. Hedge fund adalah investasi kolektif dari beberapa investor yang dikelola seorang fund manager. Bridgewater Associates didirikan Ray Dalio pada tahun 1975, dan menjadi perusahaan manajemen investasi yang kini mengelola dana sebesar US$ 112 miliar atau setara Rp 1.740,10 triliun.
Berkembangnya Bridgewater menjadi raksasa hedge fund di Connecticut itu membawa Dalio menjadi multimiliader dan mentor kawakan yang memperjuangkan filosofi manajemennya tentang “transparasi radikal”. Forbes menempatkan Ray Dalio sebagai orang terkaya dunia peringkat 151 per 16 Oktober 2024 dengan kekayaan US$ 14 miliar atau setara Rp 217,55 triliun.
Sebelum dikenal sebagai pendiri Bridgewater, Ray Dalio pernah bekerja di bursa New York Stock Exchange dan berdagang di komoditas berjangka setelah menyelesaikan pendidikannya di bidang keuangan dari Long Island University. Pada tahun 1973, ia menerima gelar MBAnya di Harvard Business School.
Setahun kemudian, tahun 1974, Dalio menjadi pialang bursa berjangka di Shearson Hayden Stone. Selanjutnya, di tahun 1975, ia mendirikan firma manajemen investasi, Bridgewater Associates dari apartemennya. Di tahun 1981, Bridgewater Associates membuka kantor di Westport, Connecticut, dan berhasil menjadi raksasa hedge fund terbesar di dunia pada tahun 2005.
Bloomberg Markets menjadikan Dalio sebagai 50 orang paling berpengaruh pada tahun 2011 dan 2012. Pada tahun 2012 juga, Dalio masuk dalam 100 orang paling berpengaruh di dunia menurut Time 100 tahunan. Di tahun yang sama, ia menempati posisi ke-2 pada daftar orang terkaya 2012 yang dirilis oleh Alpha Investor Institusional.
Pada bulan Oktober 2017, Bridgewater Associates mengelola aset perusahaan sebesar USD160 Miliar atau setara dengan Rp2.393 Triliun. Namun, Dalio kemudian mengundurkan diri dari posisinya sebagai Chief Executive Officer pada bulan Maret 2017, akibat perombakan perusahaan pada 15 April tahun 2017. Ia lalu bergeser menjadi Chief Investment Officer.
“Saya ingin perusahaan ini hidup lebih lama dari saya sendiri, dan dapat menemukan investor yang tepat bagi keberlangsungan perusahaan,” kata Dalio saat itu. Menurut pihak Bridgewater, kinerja perusahaan dan anak usahanya yang kuat sepanjang tahun memungkinkan Dalio untuk mundur dari CEO.
Tahun 2022, pendiri Bridgewater Associates itu juga mengundurkan diri dari posisi sebagai Chief Investment Officer di perusahaan hedge fund terbesar di Amerika Serikat (AS) itu. Lelaki yang saat itu sudah berusia 73 tahun ini mengundurkan diri sebagai salah satu dari tiga Co-Chief Investment Officer.
Meskipun demikian, Dalio masih tetap menjadi mentor Chief Investment Officer di perusahaan itu. Dalio tetap menjabat sebagai dewan direksi operasional Bridgewater bersama 12 anggota lainnya.
“Semoga sampai saya mati, saya dapat terus menjadi mentor, investor, dan anggota dewan di Bridgewater,” kata Dalio di Twitternya, yang dilansir dari Reuters, Rabu (5/10/2022).
Perubahan manajemen terbaru di Bridgewater Associates terjadi pada Januari 2022. Saat itu, Mark Bertolini dan Nir Bar Dea menggantikan David McCormick sebagai CEO ketika mantan pejabat Departemen Keuangan AS itu mencalonkan diri untuk jabatan publik.
Menurut Wall Street Journal, Pure Alpha, perusahaan unggulan Bridgewater telah mencatatkan kenaikan dana makro sebesar 34,6 persen setelah sebelumnya menanggung rugi jumbo di awal 2020.
Peran di Danantara
Menurut Rosan, kehadiran Ray Dalio dalam pertemuan dengan Presien Prabowo Subianto, para menteri dan para taipan Indonesia di Istana Merdeka, adalah untuk membagikan pengalaman dia soal investasi kepada para pengusaha. “Hal ini menandakan bahwa Ray kini telah resmi menjadi bagian dari BPI Danantara,” ujar Rosan.
Jumat sore kemarin, Presiden Prabowo Subianto mempertemukan belasan taipan Indonesia dengan Ray Dalio di Istana Merdeka, Jakarta. Mereka membahas, salah satunya, tentang pengelolaan aset BPI Danantara. Dalam pertemuan itu, Ray Dalio duduk diapit Presiden Prabowo Subianto dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.
“Danantara Indonesia ini merupakan konsolidasi kekuatan ekonomi yang dimiliki oleh Pemerintah Republik Indonesia, yaitu BUMN, usaha-usaha negara. Danantara ini kita konsolidasikan untuk melaksanakan suatu perbaikan, suatu peningkatan dalam kinerja,” kata Presiden Prabowo.
Prabowo menjelaskan bahwa dalam pengelolaan aset milik BUMN itu, pemerintah menilai perlu adanya perbaikan agar kinerja dari aset tersebut cemerlang.
Prabowo mengundang belasan taipan Indonesia dalam pertemuan itu. Tampak Haji Andi Syamsuddin Arsyad atau lebih dikenal dengan sapaan Haji Isam, Sugianto Kusuma alias Aguan, Prajogo Pangestu, Garibaldi “Boy” Thohir, Tomi Winata, Anthony Salim, Franky Wijaya, Dato Tahir, James Riady, Chairul Tanjung dan Hilmi Panigoro. Hadir pula Ketua Umum Kadin Anindya Bakrie.
Ray Dalio kini telah resmi menjadi Dewan Penasihat BPI Danantara. Ia berdampingan dengan Mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair yang sebelumnya sudah dipastikan oleh Rosan sebagai Dewan Penasihat.
“Kalau hari ini (Ray) datang ke sini, kemudian beliau sharing dengan kami, kemudian dengan ini ya tentunya beliau juga apa, kalau saya bilang ya Alhamdulillah lah tadi kita sih sudah salaman itu aja,” kata Rosan.
Saat ditanya lebih lanjut soal kepastian Ray Dalio masuk dalam struktur Danantara, Rosan kemudian menjawab dengan mengacungkan kedua ibu jarinya, seakan mengiyakan pertanyaan awak media.
Baca dong: Bahas Danantara, Prabowo Pertemukan Taipan Dengan Ray Dalio



