
Ramai “Paspoortgate” Pemain Timnas Indonesia Di Eridivisie Belanda, Begini Respon PSSI
Jakarta – Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) menyikapi persoalan “paspoortgate” yang menyeret sejumlah nama pemain timnas Indonesia yang saat ini merumput di liga eridivisie Belanda. PSSI klaim status pemain timnas Indonesia tetap sah menurut hukum di Indonesia.
Liga Belanda tengah ramai menyusul persoalan kewarganegaraan pemain asal non-eropa atau paspoortgate.
Melalui keterangan rilisnya, Jumat (3/4), PSSI menegaskan pemain Timnas Indonesia yang tersandung masalah tersebut tetap sah menurut hukum di Indonesia.
Menurut Ketua Badan Tim Nasional, Sumardji, pemain keturunan yang memutuskan menjadi WNI, merupakan bukti memiliki kecintaan dan pengabdian terhadap tanah air.
“Seluruh pemain keturunan yang telah membela Tim Nasional Indonesia, termasuk di dalamnya Dean James, Justin Hubner, dan Nathan Tjoe-A-On telah sah menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) dan dipastikan tidak ada masalah hukum Indonesia,” kata Sumardji, Jumat (3/4).
“Mereka banyak yang lahir, besar, hidup dan memiliki keluarga di luar Indonesia. Jadi dengan mereka memutuskan menjadi WNI, bukti mereka punya kecintaan serta pengabdian terhadap tanah air,” tambahnya.
Sejumlah pemain diaspora Timnas Indonesia dipermasalahkan status kewarganegaraannya di Belanda.
Para pemain yang terseret paspoortgate, yakni Dean James, Nathan Tjoe-A-On (Willem II), Justin Hubner (Fortuna Sittard), dan Tim Geypens (Emmen).
“Bukan hanya terbukti dari kerja keras mereka dalam latihan dan pertandingan Tim Nasional, tapi terbukti juga bahwa dengan menjadi Warga Negara Indonesia banyak fasilitas yang harus mereka lepaskan, misalnya keharusan memiliki izin atau visa untuk tinggal dan bekerja di negara asing, misalnya di Belanda,” jelas Sumardji.
Paspoortgate bermula ketika klub eridivisie, NAC Breda, melaporkan Dean James, pemain berkewarganegaraan Indonesia yang membela Go Ahead Eagles. Pada laga keduanya, Eagles menggasak NAC Breda dengan skor 0-6.
James dianggap tak layak dimainkan Eagles karena sudah pindah warga negara dari Belanda ke Indonesia, dimana james dianggap butuh izin kerja baru hingga gaji yang sesuai standar pemain Non-Eropa, yang belum diurus klub atau si pemain sendiri.
NAC Breda lantas mengadu ke KNVB, dan menuntut laga diulang.
Penyelidikan soal Dean James berlanjut dan kini dampaknya makin melebar.
Dean James dan pemain diaspora Indonesia lainnya diparkir klub masing-masing. Mereka bahkan tak boleh berlatih sementara di klub.
Sedianya tak cuma pemain asal Indonesia yang dipermasalahkan. Pemain dari Cape Verde, Suriname, dan Curacao menghadapi situasi yang sama.
Baca:Skuad Garuda Futsal Resmi Diumumkan, Ini 14 Nama yang akan Berangkat ke Thailand



