
Raih 4 Piala Oscar, Sinners Cetak Sejarah sebagai Film dengan Kekalahan Terbanyak

Film Sinners mencatat sejarah di ajang Academy Awards ke-98. Namun bukan hanya karena jumlah nominasi yang memecahkan rekor, melainkan juga karena menjadi film dengan kekalahan terbanyak dalam sejarah Oscar.
Film Sinners memulai musim penghargaan dengan status sebagai film dengan nominasi terbanyak sepanjang sejarah Academy Awards. Dengan total 16 nominasi, melampaui rekor yang sebelumnya dipegang Titanic, All About Eve, dan La La Land, film ini sudah mencatat sejarah bahkan sebelum malam penghargaan dimulai.
Namun di akhir acara Oscar ke-98 yang digelar di Dolby Theatre, Hollywood, hasilnya tidak sepenuhnya sesuai ekspektasi. Dari 16 nominasi tersebut, Sinners hanya berhasil membawa pulang empat piala Oscar dan harus menerima 12 kekalahan.
Catatan ini menjadikannya film dengan jumlah kekalahan terbanyak dalam sejarah Academy Awards.
Meski demikian, pencapaian tersebut tetap terbilang langka. Sebelumnya, rekor kekalahan terbanyak di Oscar adalah 11 nominasi yang gagal dimenangkan, yang pernah dialami beberapa film seperti Johnny Belinda (1948), Becket (1964), The Turning Point (1977), The Color Purple (1985), serta The Power of the Dog (2021).
Film Sinners sendiri sempat diprediksi meraih lebih banyak kemenangan karena dukungan luas dari berbagai cabang anggota Academy. Apalagi setelah film ini menang di ajang Screen Actors Guild Awards untuk kategori Aktor Terbaik dan Best Ensemble.
Namun situasi mulai berubah ketika kategori Oscar untuk Casting, yang baru pertama kali diperkenalkan tahun ini, jatuh kepada film pesaing utama, One Battle After Another. Setelah itu, kategori Best Editing juga dimenangkan oleh film yang sama, membuat peluang Sinners untuk mendominasi penghargaan semakin menipis.
Meski tidak menyapu banyak kategori, Sinners tetap mencatat beberapa kemenangan penting. Salah satunya ketika Autumn Durald Arkapaw menjadi perempuan pertama yang memenangkan Oscar untuk kategori Sinematografi.
Selain itu, Ryan Coogler meraih penghargaan Best Original Screenplay, Ludwig Göransson memenangkan Best Original Score, dan Michael B. Jordan membawa pulang piala Aktor Terbaik. Dalam pidatonya, Michael B. Jordan bahkan menyebutkan nama para aktor kulit hitam yang sebelumnya pernah memenangkan Oscar sebagai bentuk penghormatan kepada generasi sebelumnya.
Selain penghargaan, film ini juga mendapat sorotan karena kesepakatan produksi yang dibuat oleh Ryan Coogler yang memberinya kepemilikan atas film tersebut, sebuah langkah yang dinilai bisa mengubah cara industri film Hollywood bekerja di masa depan.
Meski gagal mendominasi malam Oscar seperti yang diprediksi banyak pihak, Sinners tetap meninggalkan jejak besar dalam sejarah perfilman, baik dari sisi pencapaian artistik maupun dampaknya terhadap industri film.
Baca:Javier Bardem Serukan Perdamaian dan Kebebasan Palestina di Panggung Oscar



