Prabowo Targetkan Bentuk 80 Ribu Koperasi Desa Merah Putih

Prabowo Targetkan Bentuk 80 Ribu Koperasi Desa Merah Putih

Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menargetkan pembentukan 80 ribu Koperasi Desa (KopDes) Merah Putih di tiap desa. Koperasi desa itu akan dilengkapi truk dengan fasilitas kredit usaha guna memasarkan hasil panen, hingga apotek untuk rakyat.

“Kita harapkan tiap koperasi desa punya truk dua masing-masing, sehingga nanti koperasi desa, petani desa tidak akan ada hasil panen yang tidak sampai pasar,” kata Prabowo saat memberikan sambutan pada Panen Raya Nasional yang dipusatkan di Desa Randegan Wetan, Majalengka, Jawa Barat, Senin.

Dalam tayangan video yang diunggah akun YouTube Sekretariat Presiden di Jakarta, Senin, Presiden menjelaskan bahwa melalui koperasi itu, pemerintah akan memfasilitasi bantuan kredit pinjaman untuk petani dan nelayan, termasuk kredit kepemilikan truk yang berfungsi untuk memasarkan hasil panen.

Selain bantuan kredit usaha, Koperasi Desa juga akan memiliki ruangan pendingin atau “cold storage” guna menyimpan hasil panen agar tidak cepat rusak, maupun untuk nelayan menyimpan ikan agar tetap segar.

Koperasi Desa juga akan mendistribusikan pupuk bersubsidi dari pemerintah yang bisa diambil langsung oleh gabungan kelompok petani (gapoktan).

“Dan nanti pupuk bisa diambil dalam waktu cepat langsung ke gapoktan-gapoktan, dan tidak boleh lagi ada terlalu perantara, tengkulak-tengkulak, saya setuju tadi ada perwakilan petani kalau bisa langsung aja ke gapoktan, ini kita usahakan ya,” kata Prabowo.

Menurut Prabowo, setiap koperasi juga akan memiliki apotek desa yang menjual obat generik dengan harga terjangkau untuk masyarakat.

“Istilahnya itu obat generik, mungkin kotaknya tidak terlalu berwarna-warni, tapi obatnya sama, yang bisa dijangkau rakyat dalam harga yang mungkin bisa sepertiga bahkan bisa 10 persen dari harga yang ada di kota-kota,” kata Prabowo.

Dengan adanya koperasi itu, Presiden berharap produksi ikan dari nelayan bisa dijual ke masyarakat dengan harga terjangkau sekitar Rp40 Ribu hingga Rp50 Ribu per Kilogram.

Presiden mengatakan bahwa dirinya ingin menjadi presiden yang berhasil menurunkan harga pangan untuk rakyat, serta kesejahteraan petani dengan hasil pendapatan yang cukup.

Share Here: