Prabowo Minta Biaya Haji Diturunkan Lagi

Prabowo Minta Biaya Haji Diturunkan Lagi

Tangerang – Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan jajarannya untuk kembali menurunkan biaya haji bagi jemaah asal Indonesia. Ia meminta Menteri Agama Nasaruddin Umar dan Kepala BP Haji Muhammad Irfan Yusuf kembali mengupayakan penurunan biaya haji.

“Sekarang Alhamdulillah kita bisa turunkan biaya haji Rp4 juta yang sudah dirasakan oleh jemaah tahun ini 203 ribu. Tapi Rp4 juta saya minta dikurangi lagi. Saya belum puas. Kita harus termurah yang bisa kita capai,” kata Prabowo saat meresmikan Terminal Khusus Haji dan Umrah, Terminal 2F Bandara Soetta, Minggu (4/5).

Prabowo menargetkan agar biaya haji bagi jemaah RI bisa mendapatkan harga lebih murah ketimbang jemaah asal Malaysia. Sebab, Indonesia adalah negara penyumbang terbesar jemaah haji tiap tahunnya.

Jemaah haji dan umrah asal Indonesia, menurut dia, mencapai hampir 2,2 juta jemaah per tahun. “Dalam puncaknya bisa mencapai 12 ribu orang per hari, ini sesuatu yang sangat besar,” kata Prabowo.

Prabowo pun menekankan pemerintah berupaya memberikan pelayanan terbaik bagi warga negara Indonesia dalam urusan haji dan umrah.

Wakil Kepala Badan Penyelenggara Haji, Dahnil Anzar Simanjuntak mengaku akan menelusuri komponen biaya jemaah haji 2026 yang bisa dikurangi, untuk menindaklanjuti instruksi Presiden RI Prabowo Subianto untuk menurunkan biaya haji 2026.

Dahnil mengatakan bahwa BP Haji akan berfokus pada komponen anggaran yang inefisien. Tetapi tak mengurangi layanan bagi jemaah. “Di 2026 adalah telusuri cost pembentuk biaya haji supaya bisa dikurangi,” kata Dahnil di Bandara Soetta, Tangerang, Minggu (4/5).

Dahnil menjabarkan, sektor yang berpotensi dapat menekan biaya haji salah satunya carter pesawat bagi jemaah. “Terutama transportasi karena memang kita lebih besar di transportasi 30 persen biaya haji ada di transportasi karena pesawat kita carter jadi berangkat dan pulang itu jemaah bayar 4 tiket karena carter pulangnya kosong,” ujarnya.

BP Haji akan mendorong skema agar maskapai Garuda Indonesia atau Saudi Airlines yang memberangkatkan jamaah haji pulang dalam keadaan tidak kosong. Salah satunya kerja sama dengan sektor pariwisata di Saudi.

Sebab biasanya pada saat musim haji pemerintah Saudi Arabia justru membatasi warganya sendiri untuk berhaji, sehingga warga setempat justru berwisata ke luar negeri. “Skema itu yang kita bicarakan supaya bisa menekan biaya pesawat,” kata Dahnil.

Dahnil juga mengatakan bahwa BP Haji akan membuka peluang penambahan maskapai penerbangan haji pada tahun depan. “Bisa ya, tahun ini nambah Lion di dua daerah, di dua embarkasi kemungkinan kita buka lagi bisa jadi,” ujarnya.

Sementara, Menag Nasaruddin Umar menyebut komponen yang berpotensi dikurangi ialah penghematan dalam komponen hotel hingga negosiasi bus dan pesawat. Ia menekankan akan bernegosiasi soal itu ke pihak Arab Saudi demi menekan biaya haji bagi jemaah RI 2026.

Nasaruddin menyebut salah satu faktor yang membuat ongkos haji menjadi lebih mahal ialah periode jemaah berada di Arab Saudi. Ia mengatakan dalam satu hari hal itu bisa menelan biaya hingga Rp50 miliar.

“Kalau kita bisa menghemat lima hari, empat, dua puluh, berapa itu? empat kali lima, Rp200 miliar. Belum lagi yang lain. Jadi saya kira teknologi itu juga akan mempermudah,” kata Nasaruddin.

baca juga: Presiden Prabowo Resmikan Terminal Khusus Haji Umrah Bandara Soetta

Share Here: