
Peringatan Nuzulul Qur’an Digelar di Istana Negara, Ini Tiga Amalan yang Dianjurkan

Jakarta – Peringatan Nuzulul Qur’an 1447 H tahun ini bertepatan dengan Jumat malam, 6 Maret 2026 M atau malam Sabtu. Malam ke-17 Ramadhan tersebut menjadi momentum istimewa bagi umat Islam untuk memperbanyak ibadah, mengingat peristiwa turunnya Al-Qur’an pertama kali kepada Nabi Muhammad SAW.
Pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag) juga akan menggelar peringatan Nuzulul Qur’an secara kenegaraan. Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan bahwa peringatan tahun ini akan dilaksanakan di Istana Negara, Jakarta, atas arahan Presiden Prabowo Subianto.
Menurut Menag, pemilihan Istana Negara memiliki makna simbolik yang kuat. Nuzulul Qur’an bukan sekadar seremoni keagamaan, tetapi juga momentum untuk meneguhkan nilai-nilai kebangsaan seperti keadilan, persaudaraan, dan kepedulian sosial yang sejalan dengan ajaran Al-Qur’an.
“Kami ingin agar peringatan Nuzulul Qur’an ini menjadi ruang silaturahmi kebangsaan. Istana Negara sebagai simbol negara diharapkan dapat merekatkan nilai spiritual dan nilai kenegaraan,” ujar Menag usai pertemuan di kompleks Istana Kepresidenan, Rabu (4/3/2026).
Malam Penuh Keberkahan
Secara tradisi, Nuzulul Qur’an diperingati setiap 17 Ramadhan. Malam ini diyakini sebagai waktu pertama kali wahyu Al-Qur’an diturunkan melalui Malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad SAW.
Ulama besar Imam Nawawi dalam kitab Al-Adzkar menjelaskan kemuliaan malam Nuzulul Qur’an sebagai malam penuh berkah. Pada malam tersebut, Nabi Muhammad SAW menerima wahyu dan bimbingan bacaan Al-Qur’an beserta penjelasan hukum-hukum syariat Islam.
Karena itu, umat Islam dianjurkan untuk mengisi malam Nuzulul Qur’an dengan berbagai amalan ibadah. Berikut tiga amalan utama yang dapat dilakukan:
1. Memperbanyak Membaca Al-Qur’an
Amalan paling utama pada malam Nuzulul Qur’an adalah memperbanyak membaca dan mentadabburi Al-Qur’an. Ramadhan sendiri dikenal sebagai syahrul Qur’an (bulan Al-Qur’an), sehingga memperbanyak tadarus pada malam ke-17 memiliki keutamaan tersendiri.
Membaca Al-Qur’an tidak hanya sebatas melafalkan ayat, tetapi juga memahami makna dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.
2. I’tikaf di Masjid
Amalan berikutnya adalah memperbanyak i’tikaf di masjid. I’tikaf merupakan ibadah sunnah yang dapat dilakukan kapan saja, namun di bulan Ramadhan memiliki keistimewaan lebih besar.
Selama i’tikaf, umat Islam dianjurkan memperbanyak dzikir, membaca Al-Qur’an, serta memperbanyak doa. Adapun niat i’tikaf adalah:
نَوَيْتُ أَنْ أَعْتَكِفَ فِي هَذَا الْمَسْجِدِ للهِ تَعَالَى
Artinya: “Aku berniat i’tikaf di masjid ini karena Allah.”
3. Shalat Malam dan Berdoa
Selain itu, umat Islam juga dianjurkan melaksanakan shalat malam serta memperbanyak doa. Shalat malam merupakan ibadah yang sangat utama setelah shalat wajib (maktubah). Keutamaannya diibaratkan seperti sedekah yang dilakukan secara diam-diam (sirr), penuh keikhlasan.
Momentum Nuzulul Qur’an menjadi saat yang tepat untuk memperkuat hubungan spiritual dengan Allah SWT, memohon ampunan, serta meneguhkan komitmen menjalankan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan pribadi maupun sosial.
Dengan peringatan yang digelar secara nasional di Istana Negara dan anjuran memperbanyak ibadah di tengah masyarakat, Nuzulul Qur’an 1447 H diharapkan menjadi pengingat bahwa Al-Qur’an bukan hanya untuk dibaca, tetapi juga untuk dijadikan pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

