
Pemimpin Kartel Paling Kuat Meksiko El Mencho Tewas, Kekerasan Meluas
Jakarta – Militer Meksiko menewaskan pemimpin kartel paling berkuasa di negara itu sekaligus salah satu buronan paling dicari Amerika Serikat, Nemesio Oseguera Cervantes alias El Mencho. Operasi ini menjadi pukulan terbesar terhadap kartel narkoba sejak penangkapan ulang mantan bos Sinaloa cartel, Joaquín El Chapo Guzmán, sekitar satu dekade lalu.
El Mencho tewas pada Minggu (23/2/2026) saat pasukan keamanan berupaya menangkapnya di negara bagian Jalisco. Ia memimpin Jalisco New Generation Cartel (CJNG), organisasi kriminal dengan pertumbuhan tercepat di Meksiko.
Tak lama setelah kematiannya, kekerasan langsung meletus di berbagai wilayah. Anggota kartel membakar kendaraan dan memblokade jalan di sedikitnya 20 negara bagian.
Warga memilih mengurung diri di rumah, termasuk di Guadalajara, kota terbesar kedua di Meksiko, sementara aktivitas sekolah diliburkan di sejumlah daerah.
Kartel Tumbuh Cepat dan Sangat Brutal
El Mencho (59) berasal dari negara bagian Michoacan dan telah terhubung dengan kejahatan terorganisasi selama lebih dari tiga dekade. Ia pernah dipenjara di Amerika Serikat pada 1994 atas kasus penyelundupan heroin.
Sekitar 2009, ia mendirikan CJNG yang berkembang pesat dengan bisnis narkotika lintas negara mulai dari kokain, metamfetamin, fentanyl, hingga penyelundupan migran ke Amerika Serikat. CJNG adalah singkatan dari Jalisco New Generation Cartel. CJNG merupakan kartel narkoba paling kuat dan agresif di Meksiko saat ini, bermarkas utama di negara bagian Jalisco.
Kartel ini juga dikenal brutal, menggunakan drone dan bahan peledak rakitan, serta melakukan serangan terbuka terhadap aparat.
CJNG pernah menembak jatuh helikopter militer pada 2015 dan mencoba membunuh Kepala Kepolisian Kota Meksiko saat itu, Omar García Harfuch, yang kini menjabat Menteri Keamanan Federal.
Tewas dalam Operasi Militer
Menteri Pertahanan Meksiko Ricardo Trevilla mengatakan operasi penangkapan melibatkan Angkatan Udara dan pasukan khusus, setelah intelijen mengarah ke lokasi persembunyian El Mencho melalui salah satu pasangan dekatnya.
Kelompok kartel melakukan perlawanan bersenjata. Dalam baku tembak, delapan anggota kartel tewas. El Mencho dan dua pengawalnya terluka parah dan meninggal dunia saat dievakuasi menuju Mexico City.
Aparat juga menyita peluncur roket yang mampu menjatuhkan pesawat dan menghancurkan kendaraan lapis baja.
Tekanan Amerika Serikat
Kematian El Mencho dinilai memperkuat posisi Meksiko di mata Amerika Serikat, yang selama ini menekan agar pemerintah bertindak lebih tegas terhadap kartel narkoba. Pemerintahan Donald Trump bahkan sebelumnya mengancam tarif dagang dan aksi militer sepihak jika Meksiko dianggap tidak serius.
El Mencho menghadapi banyak dakwaan di AS. Departemen Luar Negeri AS sempat menawarkan hadiah USD 15 juta bagi informasi yang mengarah pada penangkapannya. Tahun lalu, pemerintahan Trump menetapkan CJNG sebagai organisasi teroris asing.
Wakil Menteri Luar Negeri AS Christopher Landau memuji operasi tersebut melalui X, menyebut kemenangan aparat hukum atas kejahatan terorganisasi.
Mantan pejabat DEA (Drug Enforcement Administration), Mike Vigil, menilai operasi ini mengirim pesan kuat ke Washington bahwa Meksiko bertindak agresif dan efektif. Ia menegaskan sebagian besar intelijen berasal dari militer Meksiko.
Kekosongan Kekuasaan dan Risiko Baru
Belum jelas siapa yang akan menggantikan El Mencho. CJNG memiliki jaringan di setidaknya 21 dari 32 negara bagian Meksiko dan beroperasi hampir di seluruh Amerika Serikat, serta memiliki jaringan global.
“El Mencho mengendalikan segalanya, seperti diktator sebuah negara,” ujar Vigil.
Absennya sang pemimpin diperkirakan melemahkan CJNG dalam jangka pendek, terutama dalam konflik dengan Kartel Sinaloa. Namun kartel pesaing itu sendiri tengah dilanda konflik internal antara faksi anak-anak El Chapo dan kelompok loyalis Ismael El Mayo Zambada, yang kini berada dalam tahanan AS.
Analis keamanan David Saucedo memperingatkan, jika kepemimpinan kartel jatuh ke tangan keluarga El Mencho, kekerasan kemungkinan berlanjut. Risiko terburuk adalah eskalasi narkoterorisme besar-besaran, mulai dari bom mobil hingga serangan terhadap pesawat, yang dapat menyeret Meksiko ke situasi seperti Kolombia pada 1990-an.



