
Pemerintah Sudah Siapkan Anggaran Makan Bergizi Gratis
Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa pemerintah sudah siapkan anggaran makan bergizi gratis untuk anak-anak Indonesia pada tahun 2025 ini. Hal itu ditegaskan Presiden saat menanggapi usul pembiayaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari berbagai sumber, termasuk dari dana zakat.
“Yang ngurus zakat saya kira ada pengurusnya, tetapi yang jelas dari pemerintah, kami siap, semua anak-anak Indonesia akan kami beri makan tahun 2025 ini,” kata Presiden saat menjawab pertanyaan wartawan, selepas menghadiri acara Musyawarah Nasional (Munas) Konsolidasi Persatuan Kadin Indonesia, di Jakarta, Kamis.
Prabowo mengatakan, pada prinsipnya semua pihak terbuka untuk ikut serta berpartisipasi dalam menyukseskan program prioritas pemerintah itu. Menurut dia, semua pihak boleh ikut serta membiayai program makan bergizi gratis selama dana yang dipergunakan tepat sasaran dan efisien.
“Kemudian, dari pemda (pemerintah daerah) juga ingin ikut, serta para gubernur, bupati ingin ikut, monggo kami buka siapa pun yang mau ikut serta boleh, yang penting efisien, tepat sasaran, dan tidak ada kebocoran,” kata Presiden.
Usul tentang program makan bergizi gratis dibiayai dana infak dan sedekah pertama kali diusulkan Ketua Umum PB NU KH Yahya Cholil Tsaquf. Menurut dia, dana infak dan sedekah bisa digunakan untuk memberikan menu tambahan pada program makan bergizi gratis.
“Mungkin tambahan misalnya bubur kacang hijau, tambahan gizi seperti itu sangat memungkinkan,” kata Gus Yahya di Kantor PBNU, Jakarta, Senin (13/1/2025).
Gus Yahya mengatakan, dana infak dan sedekah lebih ‘longgar’ digunakan untuk mendukung program makan bergizi gratis ketimbang zakat. Sebab, dana zakat jika dipergunakan untuk program makan bergizi gratis, maka tidak semua kelompok bisa menerima.
“Zakat harus diterima kelompok-kelompok yang spesifik, menurut fikih,” ujarnya.
Penggunaan dana zakat infaq dan shadaqah diusulkan juga oleh Ketua DPD RI Sultan B. Najamudin di Jakarta, pada Selasa lalu, 14 Januari 2025.
“Bagaimana kita menstimulus agar masyarakat umum terlibat dalam program Makan Bergizi Gratis ini. Diantaranya saya kemarin juga berpikir kenapa enggak ya, zakat kita yang luar biasa besarnya, juga kita mau libatkan ke sana (Program MBG),” kata Ketua DPD RI itu.
Sementara, Kepala Staf Kepresidenan Anto Mukti Putranto menilai, usulan penggunaan dana zakat masyarakat untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak sesuai dengan tujuan zakat.
“Sampai saat ini saya belum mendengar usulan itu ya. Semua keputusan ada di Presiden. Jadi, sabar ya,” kata Putranto di Kantor Staf Kepresidenan, Jakarta, Rabu (15/1/2025).
Menurut dia, Presiden Prabowo Subianto sudah siapkan anggaran khusus untuk program MBG sebesar Rp71 Triliun yang ditujukan untuk siswa, ibu hamil, dan pesantren.
“Presiden sudah berniat baik dan tulus untuk memberikan terbaik bagi Bangsa Indonesia, kepada siswa-siswa, ibu hamil, pondok pesantren, sudah dianggarkan sejumlah Rp71 Triliun,” ujarnya.
Usul pemakaian dana zakat untuk program makan bergizi gratis ini pun ditepis Putranto, dan bahkan dinilai memalukan. “Jadi itu sudah betul-betul luar biasa… Jadi, enggak, ambil dari mana? Zakat? Itu sangat memalukan itu ya, bukan seperti itu ya, kami,” kata AM Putranto.
Baca juga: https://reporter-channel.com/keracunan-menu-mbg-di-sukoharjo-ditangani-sesuai-sop/



