Pemerintah Siap Mengguyurkan Stok 105.000 Ton Minyakita

Pemerintah Siap Mengguyurkan Stok 105.000 Ton Minyakita

Jakarta – Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pangan diperintahkan untuk segera mengguyurkan stok Minyakita ke pasar. Langkah ini diharapkan bisa menstabilkan harga Minyakita agar sesuai harga eceran tertinggi (HET) Rp15.700 per liter di seluruh wilayah Indonesia.

Menurut catatan Panel Harga Badan Pangan, harga Minyakita secara rata-rata harian nasional lebih mahal 12,49% di atas HET hari ini, Rabu (19/2/2025, data diakses pukul 16.55 WIB). Tercatat, harga rata-rata eceran mencapai Rp17.661 per liter.

Harga termahal terjadi di provinsi Papua Tengah, mencapai Rp19.727 per liter atau 25,65% di atas HET. Sedangkan termurah ada di Kepulauan Riau, yakni Rp16.589 per liter atau 5,66% di atas HET. Sementara di Jakarta, harga Minyakita mencapai Rp17.853 per liter hari ini. Angka itu 13,71% di atas HET.

Menurut Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Arief Prasetyo Adi, pemerintah melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) telah menyiapkan 105.000 ton Minyakita yang akan didistribusikan oleh BUMN pangan, yakni Bulog dan ID Food, untuk mengguyurkan stok Minyakita ke pasar.

“Kemarin disampaikan sama BUMN, yang sudah diterima itu sekitar 10.000 ton. Sementara di perjanjiannya adalah akan sampai ke 70.000 ton. Pak Menteri Perdagangan (mengatakan) bahwa yang bisa kita saat ini kelola adalah ketersediaan dari teman-teman BUMN pangan itu 105.000 ton. BUMN-nya Bulog dan ID Food jadi itu yang diminta untuk melakukan stabilisasi,” kata Arief saat ditemui di kantornya, Rabu (19/2/2025).

Dengan stok Minyakita yang dikuasai pemerintah, pemerintah bisa lebih mudah mengintervensi harga. Jika stoknya dikuasai swasta, pengendalian harga akan menjadi lebih sulit.

“Kalau stoknya ada di pihak swasta, kita nggak bisa apa-apa, nggak bisa untuk intervensi,” ujar Arief.

Arief lalu mencontohkan kasus beras, di mana pemerintah sulit menekan harga saat stok Bulog di bawah 1 juta ton dan dikuasai swasta.

“Contohnya beras. Begitu Bulog tidak punya stok, atau stoknya di bawah 1 juta ton. Sehingga konsep cadangan pangan pemerintah itu ada untuk pemerintah bisa melakukan intervensi,” ujarnya.

Arief memastikan intervensi harga Minyakita dengan mengguyurkan stok itu akan merata dilakukan di seluruh wilayah, bukan hanya berfokus pada daerah timur Indonesia saja.

“(Distribusi Minyakita melalui BUMN pangan) untuk semua daerah,” tegasnya.

Saat rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI, Menteri Perdagangan Budi Santoso menjelaskan bahwa tingginya harga Minyakita di wilayah timur disebabkan minimnya distributor di daerah itu. Untuk mengatasi hal ini, Kemendag telah mempertemukan Bulog dan ID Food dengan 46 produsen minyak goreng.

Hasilnya, disepakati 46 produsen akan memasok Minyakita melalui kedua lembaga ini. “Kita pertemukan, ada kesepakatan bahwa produsen akan memasok Minyakita kepada ID Food dan Bulog,” ujarnya.

Dalam kesepakatan itu, diputuskan bahwa Bulog mendapatkan jatah distribusi Minyakita sebanyak 50.000 ton per bulan, sementara ID Food memperoleh 50.500 ton per bulan. Pasokan ini akan difokuskan untuk memenuhi kebutuhan di wilayah timur, yang selama ini mengalami kendala distribusi.

Dengan upaya ini, diharapkan harga Minyakita di wilayah timur dapat segera turun dan lebih merata dengan harga di daerah lain. Distribusi melalui Bulog dan ID Food akan mulai berjalan dalam waktu dekat, sehingga, masyarakat di wilayah timur bisa mendapatkan Minyakita dengan harga lebih terjangkau.

“Kalau rata-rata nasional harga Minyakita Rp17.300 (per liter), sebenarnya di timur itu masih agak tinggi. Nah, itu yang segera dipasok. “Mudah-mudahan rencananya minggu depan sudah jalan. Kemarin kesepakatannya, minggu depan sudah akan mulai dilakukan,” kata Adi.

Share Here: