
Paskah 2026: Merayakan Kebangkitan Yesus Kristus

Tahun ini, umat Kristen di seluruh dunia, termasuk Indonesia merayakan Paskah tepat pada Minggu (5/4/2026). Sejak dini hari, berbagai gereja menggelar ibadah fajar, kebaktian yang dimulai saat matahari terbit sebagai simbol cahaya kebangkitan mengalahkan kegelapan.
Suasana perayaan terasa di mana-mana. Gereja-gereja dipenuhi jemaat yang mengenakan pakaian terbaik mereka. Lagu-lagu pujian berkumandang, lilin dinyalakan, dan khotbah tentang kebangkitan Kristus disampaikan dengan penuh sukacita.
Di banyak keluarga Kristen Indonesia, Paskah juga menjadi momen berkumpul bersama. Meja makan penuh dengan hidangan spesial, anak-anak bermain berburu telur Paskah, dan ucapan “Selamat Paskah!” terdengar dari mulut ke mulut, baik secara langsung maupun lewat pesan di media sosial.
Paskah bukan sekadar hari libur nasional. Bagi jutaan umat Kristen di Indonesia, ini adalah hari paling bermakna dalam setahun, peringatan bahwa Yesus Kristus telah bangkit, dan bersama-Nya, harapan tidak pernah padam.
Apa Itu Paskah?
Paskah adalah perayaan terbesar dalam agama Kristen. Hari ini dirayakan untuk memperingati kebangkitan Yesus Kristus dari kematian, tiga hari setelah Ia disalibkan.
Bagi umat Kristen, kebangkitan Yesus bukan sekadar peristiwa bersejarah. Ini adalah inti dari seluruh iman Kristen, bukti bahwa kematian bisa dikalahkan, dan bahwa setiap orang yang percaya akan mendapat hidup kekal.
Apa Kata Alkitab tentang Kebangkitan?
Keempat Injil yakni Matius, Markus, Lukas, dan Yohanes, semuanya mencatat peristiwa kebangkitan Yesus. Meski ada perbedaan kecil soal siapa yang pertama melihat kubur yang kosong dan di mana Yesus menampakkan diri, satu hal tetap sama: Yesus bangkit, dan Ia bukan sekadar hantu atau mayat yang hidup kembali.
Rasul Paulus dalam suratnya menegaskan bahwa tubuh yang bangkit adalah “tubuh rohani”, berbeda dari tubuh manusia biasa, namun tetap nyata.
Kapan Paskah Dirayakan?
Tanggal Paskah tidak tetap setiap tahun. Sejak Konsili Nikea tahun 325 Masehi, Paskah ditetapkan jatuh pada hari Minggu pertama setelah bulan purnama pertama sesudah tanggal 21 Maret. Artinya, Paskah bisa jatuh antara 22 Maret hingga 25 April.
Gereja Ortodoks Timur merayakan Paskah pada tanggal yang sedikit berbeda karena menggunakan kalender Julian, bukan kalender Gregorian yang umum dipakai saat ini.
Rangkaian Perayaan Paskah
Sebelum Paskah, umat Kristen menjalani masa Pra-Paskah (Lent) selama 40 hari, waktu untuk berdoa, berpuasa, dan bertobat.
Pekan terakhir sebelum Paskah dikenal sebagai Pekan Suci, yang mencakup:
- Minggu Palma: memperingati masuknya Yesus ke Yerusalem
- Kamis Putih: memperingati Perjamuan Terakhir Yesus bersama para murid
- Jumat Agung: hari penyaliban Yesus
Sabtu Suci: masa penantian - Minggu Paskah: perayaan kebangkitan
Dari Mana Kata “Easter” Berasal?
Kata Easter dalam bahasa Inggris kemungkinan besar berasal dari frasa Latin in albis, yang berarti “fajar” atau “cahaya baru.” Frasa ini berkembang menjadi kata eostarum dalam bahasa Jerman Kuno, lalu menjadi Easter dalam bahasa Inggris.
Di banyak negara lain, Paskah disebut Pascha, diambil dari kata Ibrani Pesach yang berarti Paskah Yahudi, karena peristiwa kebangkitan Yesus terjadi saat perayaan Paskah Yahudi berlangsung.
Telur, Kelinci, dan Tradisi Paskah
Selain ibadah, Paskah juga dikenal dengan berbagai tradisi unik, terutama di Amerika Serikat dan Eropa.
Telur Paskah sudah dikenal sejak abad ke-13. Telur melambangkan kehidupan baru, seperti Yesus yang bangkit dari kubur. Di tradisi Ortodoks, telur dicat merah sebagai simbol darah Yesus yang tercurah di kayu salib.
Kelinci Paskah mulai dikenal di kalangan Protestan Eropa pada abad ke-17. Menurut tradisi, kelinci ini “meletakkan” telur Paskah yang dihias, lalu menyembunyikannya untuk dicari anak-anak. Di Amerika, kelinci Paskah juga dikenal meninggalkan keranjang berisi permen dan mainan.
Berburu telur Paskah adalah tradisi yang sangat populer bagi anak-anak. Salah satu acara paling terkenal adalah Easter Egg Roll di halaman Gedung Putih, yang pertama kali digelar secara resmi pada tahun 1878 oleh Presiden Rutherford B. Hayes.
Paskah: Hari Suci Sekaligus Perayaan Bersama
Paskah hari ini dirayakan dengan dua cara, sebagai hari suci keagamaan bagi umat Kristen, sekaligus sebagai perayaan budaya yang juga dinikmati oleh masyarakat umum. Keduanya bisa berjalan berdampingan, meski maknanya berbeda bagi setiap orang.
Yang pasti, di balik telur warna-warni dan kelinci lucu, ada sebuah pesan mendalam: kehidupan mengalahkan kematian, dan harapan selalu ada.
Sumber: Encyclopedia Britannica
Baca:Arab Saudi Setuju Jamaah Haji Batal Berangkat Bisa Diganti Meski Visa Sudah Terbit



