
Murka Presiden Prabowo Bikin Petinggi BEI-OJK Mundur
Jakarta – Kurang lebih dua pekan lalu, sejumlah petinggi Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengundurkan diri ramai-ramai menyusul anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Teka-teki alasan sebenarnya dibalik itu kini terungkap. Petinggi BEI-OJK diminta Presiden Prabowo Subianto mengundurkan diri.
Utusan Khusus Presiden untuk Energi dan Lingkungan Hidup, Hashim Djojohadikusumo, mengungkapkan alasan Presiden mendesak petinggi BEI-OJK itu mundur.
Menurutnya, Presiden Prabowo murka lantasan peringatan MSCI terkait transparansi pasar modal Indonesia dan berujung bursa anjlok. Presiden disebutnya marah besar karena peringatan MSCI itu mencoreng kehormatan negara.
Hashim menyebut ada beberapa pejabat di lembaga otoritas pasar modal yang akhirnya diminta mengundurkan diri.
“Presiden Prabowo sangat marah. Beliau marah dengan apa yang terjadi minggu lalu, terutama dengan kehormatan negara kita yang dipertaruhkan,” jelas Hashim saat acara ASEAN Climate Forum di Main Hall BEI, Jakarta, Rabu (11/2).
Petinggi BEI-OJK yang serempak mengundurkan diri pada akhir januari lalu, diantaranya Ketua DK OJK Mahendra Siregar, Wakil Ketua DK OJK Mirza Adityaswara, serta Direktur Utama BEI Iman Rachman.
“Para investor ritel, banyak yang telah dirugikan, bukan? Banyak yang telah dirugikan. Jadi ini sangat penting,” imbuh Hashim.
Peringatan MSCI menyoroti terkait kepemilikan saham dan free float saham di Indonesia. Indeks global ini memberi waktu bagi otoritas pasar modal Indonesia untuk memenuhi aspek transparansi hingga Mei 2026. Jika tidak diperbaiki, MSCI menurunkan klasifikasi pasar saham Indonesia dari status Emerging Market ke Frontier Market.



