
Militer AS Umumkan Blokade Seluruh Pelabuhan Iran
Militer Amerika Serikat mengumumkan akan segera memberlakukan blokade terhadap seluruh pelabuhan Iran, menyusul gagalnya perundingan damai di Pakistan. Washington menuduh Iran menolak melepaskan ambisi nuklirnya sebagai syarat perdamaian.
Pengumuman itu disampaikan meski gencatan senjata telah disepakati pada Rabu lalu, dimaksudkan untuk menghentikan perang yang telah berlangsung enam minggu, hingga 22 April mendatang. Ketegangan kini berpusat pada tuntutan AS agar Iran membuka kembali Selat Hormuz, salah satu jalur pelayaran paling strategis di dunia.
Berlaku Mulai Senin Pukul 14.00 GMT
Komando Pusat AS (US Central Command) menyatakan blokade akan diberlakukan secara menyeluruh terhadap kapal-kapal dari semua negara yang masuk atau keluar pelabuhan Iran, termasuk pelabuhan di Teluk Arab dan Teluk Oman. Blokade dijadwalkan mulai berlaku pada Senin pukul 14.00 GMT.
AS menegaskan tidak akan menghalangi kapal yang melintas di Selat Hormuz menuju pelabuhan negara lain, hanya kapal yang berhubungan dengan Iran yang akan terdampak.
Trump: “Akan Kami Ledakkan!”
Melalui media sosial, Presiden Donald Trump menegaskan tujuannya adalah membersihkan selat dari ranjau laut dan membuka kembali jalur tersebut untuk seluruh pelayaran internasional. Ia juga memperingatkan Iran dengan nada keras.
Trump menyatakan bahwa siapa pun dari pihak Iran yang menyerang kapal AS atau kapal damai lainnya akan menghadapi konsekuensi berat.
Dalam wawancara di Fox News, Trump juga mengancam akan menyerang infrastruktur energi Iran dan memberlakukan tarif 50 persen terhadap impor China jika Beijing membantu militer Iran.
Perundingan Tertinggi Sejak 1979, Berakhir Buntu
Perundingan di Islamabad merupakan pertemuan tingkat tertinggi antara AS dan Iran sejak Revolusi Islam 1979. Delegasi AS dipimpin Wakil Presiden JD Vance, bersama utusan khusus Steve Witkoff dan menantu Trump, Jared Kushner.
Vance menyebut tawaran AS kepada Iran sebagai “tawaran final dan terbaik.” Anggota parlemen Iran Mahmoud Nabavian mengungkapkan bahwa tuntutan AS antara lain mencakup bagi hasil pengelolaan Selat Hormuz dan penghapusan uranium Iran yang telah diperkaya hingga 60 persen.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan Teheran sempat sangat dekat dengan kesepakatan, namun menghadapi tuntutan yang terus bergeser dan ancaman blokade dari pihak AS.
Harga Minyak Melonjak
Kegagalan perundingan langsung berdampak pada pasar energi global. Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Mei melonjak sekitar delapan persen ke level 104,50 dolar AS per barel, sementara minyak Brent naik tujuh persen ke 102 dolar per barel.
Iran sebelumnya telah membatasi lalu lintas di Selat Hormuz, dengan tetap mengizinkan kapal dari negara-negara “bersahabat” seperti China untuk melintas. Ada laporan yang belum dikonfirmasi bahwa Iran berencana memungut biaya tol.
Kekhawatiran Gencatan Senjata Runtuh
Pakistan mendesak kedua pihak untuk tetap menghormati gencatan senjata sementara. Namun kekhawatiran terus meningkat, terutama karena Israel dilaporkan masih melancarkan serangan di Lebanon, wilayah yang menurut Iran juga tercakup dalam gencatan senjata.
Pejabat Lebanon dan Israel dijadwalkan menggelar pembicaraan di Washington pada Selasa mendatang.


