
Merendahkan, POROZ Protes Iklan Indosat Soal Zakat
Jakarta – Perkumpulan Organisasi Pengelola Zakat (POROZ) memprotes materi iklan luar ruang IM3 Indosat yang dipasang pada moda transportasi public. Dalam iklan itu, menampilkan pesan: “Telpon Ngajak Zakat, Jangan Diangkat! Jangan-jangan Scammer.”
POROZ mengatakan diksi yang digunakan dalam iklan tersebut tidak patut, cenderung provokatif, dan dapat mencederai kepercayaan publik terhadap gerakan zakat nasional yang tengah dibangun oleh lembaga-lembaga zakat.
Menurut Bukhori, menempatkan “ajakan zakat” sebagai sinonim atau indikasi tindakan penipuan (scamming) adalah bentuk stigmatisasi terhadap salah satu rukun Islam yang sangat dihormati.
“Iklan seperti ini bermasalah,” ujar Ketua Umum POROZ Bukhori Muslim, di Jakarta, Jumat (3/4).
“Narasi ini dapat menimbulkan keraguan di tengah masyarakat untuk merespons layanan edukasi dan penjemputan zakat yang dilakukan oleh Amil resmi, yang selama ini bekerja sesuai dengan UU No. 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat,” tambahnya.
Ia menegaskan sebagai perusahaan telekomunikasi besar, Indosat seharusnya menunjukkan tanggung jawab sosial dengan menggunakan contoh edukasi anti-penipuan yang lebih netral tanpa menyudutkan ritual ibadah tertentu.
Sehubungan dengan hal tersebut, POROZ menuntut IM3 Indosat untuk menyampaikan permohonan maaf secara resmi dan terbuka kepada umat Islam dan seluruh organisasi pengelola zakat di Indonesia melalui media nasional (cetak/digital) dan media sosial resmi perusahaan.
“Segera menginstruksikan pencabutan dan pembersihan seluruh materi iklan tersebut di semua platform, baik di transportasi umum maupun titik reklame lainnya dalam waktu maksimal 2×24 jam,” ujar Bukhori.
Pihak Indosat hingga saat ini belum memberikan respons atas persoalan ini.
Baca:Pemerintah Pastikan Pemulangan 3 Personel Tentara Penjaga Perdamaian RI Dari Lebanon



