
Menteri BUMN Mau Merger Unit Bisnis Pertamina?
Jakarta – Buntut kasus korupsi yang tengah diusut Kejaksaan Agung, Menteri BUMN Erick Thohir mempertimbangkan opsi merger beberapa unit bisnis Pertamina sebagai bagian dari upaya meningkatkan efisiensi dan memperbaiki tata kelola perusahaan.
Erick Thohir menyebut dari kajian menyeluruh yang dilakukan tim, salah satu aspek yang menjadi perhatian utama adalah potensi tumpang tindih dalam operasional antara unit pengolahan kilang dan distribusi bahan bakar yang saat ini dijalankan oleh Pertamina Patra Niaga.
“Kita sama-sama petakan mana yang kita bisa lebih efisiensikan. Ini ada holding, ada subholding. Seperti apa kita review. Apakah ini mungkin ada satu, dua perusahaan yang harus dimergerkan. Supaya nanti antara kilang dan Patra Niaga tidak ada exchange penjualan. Kita review,” kata Erick Thohir dikutip dari Antara, Sabtu (1/3/2025).
Di samping itu, Erick menegaskan Kementerian BUMN menghormati proses hukum yang sedang berjalan terkait korupsi tata kelola minyak, serta mendukung langkah aparat dalam menuntaskan persoalan ini.
“Nah waktu itu penyelamatan Garuda juga memastikan Garuda tetap terbang lebih baik. Terbukti hari ini lebih baik. Nah sama di Pertamina sendiri tentu kita akan review total. Seperti apa nanti bisa perbaikan-perbaikan yang kita lakukan ke depannya,” terang Erick.
Sebelumnya, Ombudsman RI juga menyoroti lemahnya pengawasan internal dan eksternal pengelolaan BUMN sehingga muncul kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang pada tahun 2018–2023.
Baca dong: Pertamax Oplosan, Ombudsman: Pengawasan Pengelolaan BUMN Lemah

