
Menkeu Purbaya Setuju Efisiensi MBG Asalkan Tidak Gini
Jakarta – Pemerintah tengah memutar otak untuk melakukan penghematan anggaran yang dipicu salah satunya dari perhitungan deficit APBN menyusul lonjakan harga minyak dunia. Menurut Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa, salah satu usulan penghematan berasal dari Badan Gizi Nasional (BGN) terkait anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pihaknya menyetujui usulan itu tetapi mewanti hal ini.
Purbaya menjelaskan, usulan pemangkasan anggaran tersebut berasal dari Badan Gizi Nasional (BGN), bukan dari Kementerian Keuangan.
“Selama ada efisiensinya, saya setuju saja, dan enggak mengurangi kualitas makannya sendiri,” kata Purbaya, Jakarta, Jumat (27/3).
Dalam skema terbaru, program MBG direncanakan berjalan lima hari dalam sepekan sebagai bagian dari langkah efisiensi.
Kebijakan ini diharapkan tetap menjaga manfaat program bagi masyarakat tanpa membebani anggaran negara secara berlebihan.
Purbaya menilai arah kebijakan program tersebut masih berada pada jalur yang tepat.
Saat ini Pemerintah tengah menyesuaikan pelaksanaan program dengan kondisi terkini, termasuk opsi pengurangan hari operasional.
Menkeu menilai perubahan skema menjadi lima hari tidak mengurangi tujuan utama program, melainkan untuk mengatur ritme pelaksanaan agar lebih efisien dan berkelanjutan.
Pemerintah sendiri ingin memastikan setiap belanja negara memberikan dampak optimal bagi masyarakat.
“Artinya (efisiensi MBG) menyesuaikan dengan perkembangan keadaan. Jadi harusnya tidak ada masalah,” tuturnya..
Selain program MBG, Purbaya juga menyiapkan langkah efisiensi pada pos belanja lainnya di seluruh kementerian dan lembaga. Upaya ini menjadi bagian dari tahap lanjutan dalam penataan anggaran negara.
Purbaya belum merinci total nilai efisiensi yang akan dilakukan karena pemerintah.
Baca:Sedikit Menurun, Per 25 Maret Tercatat Seluruh Wilayah Indonesia 1.528 SPPG Di-suspend

