
Menkes Budi Gunadi Bantah Indonesia Jadi Kelinci Percobaan Vaksin TBC Bill Gates
Jakarta – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin membantah pernyataan miring yang menyebut Indonesia menjadi kelinci percobaan uji klinis vaksin Tuberkulosis (TBC) milik Bill Gates. Menurut menkes Budi, uji klinis vaksinasi TBC diperlukan karena Indonesia merupakan negara dengan beban kasus TBC kedua tertinggi di dunia, setelah India.
Menkes Budi mengatakan Indonesia menjadi salah satu lokasi uji klinis vaksin TBC, tidak lantas berkaitan dengan kelinci percobaan. Hal ini berkaca pada program vaksinasi malaria. Saat itu, Indonesia tidak terlibat secara langsung dalam pembuatan vaksinasi.
Walhasil, vaksin tersebut tidak efektif diberikan pada warga Indonesia, dan hanya ampuh di genetik Afrika. Indonesia disebut Menkes tidak ingin kehilangan kesempatan yang sama.
“Ini bukan seperti kelinci percobaan seperti itu, Indonesia berpartisipasi karena Indonesia pasiennya banyak yang meninggal, kita waktu malaria nggak ikut, pas sudah ketemu tuh vaksinnya ternyata vaksin khusus,” jelas Menkes Budi, Kamis (8/5).
Menkes Budi membeberkan bahwa uji klinis vaksin TBC M72 di Indonesia sudah masuk tahap ketiga. Total 2.095 peserta sudah mendapatkan suntikan vaksin M72 sejak November 2024, dan terbanyak di Jawa Barat.
Secara berkala, hasil dari pemberian vaksinasi akan dipantau untuk melihat atau memperkirakan efikasi vaksinasi. Keuntungan Indonesia terlibat dalam uji klinis vaksin TBC besutan Bill Gates, juga termasuk produksi vaksinasi yang bisa dilakukan lebih awal.
“Vaksin itu ada clinical trial 1, 2 dan 3, cilincial trial 1 ditentukan vaksin ini aman atau tidak, dan ini sudah dilakukan dua tiga tahun lalu, jadi sudah pasti aman, clinical trial 3 ngecek efektivitasnya dari 100 yang diobatin, yang tidak tertular, tidak jatuh sakit berapa,” kata Menkes Budi.



