
Mantan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad Dilaporkan Tewas, Belum Ada Konfirmasi Resmi

Mantan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad dilaporkan tewas dalam serangan udara Israel di awal operasi militer Israel di wilayah Iran. Namun, hingga kini klaim tersebut belum mendapat konfirmasi resmi dari pemerintah Iran maupun Israel.
Laporan awal mengenai kematian Ahmadinejad pertama kali muncul di sejumlah media Israel dan internasional. Harian Israel Ma’ariv menyebut Ahmadinejad tengah berada dalam status tahanan rumah saat serangan terjadi. Media tersebut mengklaim kediamannya menjadi sasaran serangan udara terarah yang menewaskannya bersama beberapa pengawal.
Meski demikian, otoritas Iran belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait kabar tersebut.
Sejumlah media menyebut informasi itu bersumber dari Iran Labour News Agency. Namun, pihak media tersebut kemudian menyatakan bahwa kabar tersebut “tidak dapat dikonfirmasi.”
Seorang rekan dekat Ahmadinejad secara tegas membantah laporan itu.
“Berita tentang kemartirannya adalah tidak benar,” ujarnya, seperti dikutip media setempat.
Baik pemerintah Israel maupun Iran hingga saat ini belum mengonfirmasi secara terbuka kematian mantan presiden tersebut.
Ahmadinejad menjabat sebagai presiden keenam Iran pada periode 2005–2013. Namanya mencuat ke panggung nasional setelah secara mengejutkan mengalahkan mantan Presiden Akbar Hashemi Rafsanjani dalam pemilu 2005, setelah sebelumnya menjabat sebagai Wali Kota Teheran.
Pemilihan kembali Ahmadinejad pada 2009 memicu gelombang protes besar yang dikenal sebagai Green Movement. Aksi tersebut menjadi salah satu tantangan internal terbesar bagi Republik Islam Iran dan ditindak secara keras oleh aparat keamanan.
Selama masa kepemimpinannya, Dewan Keamanan PBB menjatuhkan beberapa putaran sanksi terhadap Iran terkait program nuklirnya, yang semakin memperdalam isolasi ekonomi negara tersebut.
Di tingkat internasional, Ahmadinejad dikenal luas karena retorika kerasnya terhadap Israel serta pernyataan kontroversial yang berulang kali menyangkal Holocaust. Ia pernah terlibat dalam aksi bertajuk “The World Without Zionism” dan secara terbuka menyerukan penghapusan Israel.
Pada peringatan 60 tahun berdirinya Israel, ia pernah menyatakan bahwa pihak-pihak yang mencoba “menghidupkan kembali rezim Israel yang palsu dan perampas” melalui perayaan ulang tahun adalah “keliru besar”.
Hingga berita ini diturunkan, status dan kondisi Ahmadinejad masih belum dapat dipastikan secara independen.
Baca:Iran Tunjuk Ayatollah Alireza Arafi Masuk Dewan Kepemimpinan Sementara Usai Kematian Khamenei



