Kota Arad Israel Hancur Dirudal Iran

Kota Arad Israel Hancur Dirudal Iran

Teheran – Ketegangan antara Iran dan Israel terus meningkat setelah Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengklaim telah mendominasi wilayah udara Israel melalui serangan rudal besar-besaran. Dalam laporan media pemerintah Iran, Tasnim News Agency, IRGC menyebut serangan tersebut sebagai bagian dari operasi balasan terhadap aksi militer Israel dan sekutunya.

Dalam pernyataannya, IRGC menyebut langit wilayah yang mereka sebut sebagai “wilayah pendudukan” dipenuhi oleh rentetan rudal Iran yang diluncurkan secara masif dan berkelanjutan. Operasi ini diklaim sebagai respons langsung atas serangan udara Amerika Serikat dan Israel terhadap fasilitas di Iran yang memicu eskalasi konflik regional.

IRGC juga menegaskan bahwa serangan dilakukan dengan berbagai jenis rudal balistik, termasuk model jarak menengah hingga jarak jauh dengan tingkat akurasi tinggi. Sejumlah laporan menyebut penggunaan rudal seperti Khorramshahr, Emad, hingga Fattah yang diklaim memiliki kemampuan menembus sistem pertahanan udara lawan.

Di sisi lain, dampak serangan Iran mulai terlihat nyata di wilayah Israel selatan. Kota Arad menjadi salah satu wilayah yang paling terdampak. Serangan rudal dilaporkan menghantam kawasan permukiman hingga menyebabkan kerusakan parah pada sejumlah bangunan.

Laporan media internasional menyebutkan bahwa puluhan hingga lebih dari 100 warga sipil terluka akibat serangan di Arad dan sekitarnya, termasuk anak-anak dan remaja. Beberapa rudal bahkan dilaporkan berhasil menembus sistem pertahanan udara Israel dan menghantam langsung area padat penduduk.

Selain korban luka, kerusakan infrastruktur di Arad disebut cukup signifikan. Bangunan tempat tinggal dilaporkan runtuh, kebakaran terjadi di beberapa titik, dan tim penyelamat harus dikerahkan untuk mengevakuasi korban dari reruntuhan.

Serangan ini juga dilaporkan terjadi di dekat wilayah sensitif, termasuk sekitar fasilitas nuklir di Dimona, yang semakin meningkatkan kekhawatiran internasional terhadap potensi eskalasi konflik yang lebih luas.

IRGC menyatakan bahwa operasi ini akan terus berlanjut sebagai bagian dari strategi tekanan terhadap Israel dan kepentingan Amerika di kawasan. Mereka juga mengklaim bahwa kemampuan rudal Iran kini telah mencapai tingkat yang mampu menembus pertahanan udara modern dan menjangkau target yang lebih luas, bahkan hingga luar kawasan Timur Tengah.

Sementara itu, pihak Israel menyatakan akan terus melakukan serangan balasan dan meningkatkan kesiapsiagaan militernya. Perdana Menteri Israel menegaskan bahwa negaranya tidak akan tinggal diam menghadapi serangan tersebut.

Situasi di kawasan Timur Tengah kini semakin memanas, dengan risiko konflik terbuka yang lebih luas. Serangan terhadap Arad menjadi salah satu bukti nyata bahwa eskalasi militer antara Iran dan Israel telah memasuki fase yang lebih berbahaya, dengan dampak langsung terhadap warga sipil di kedua belah pihak.

Share Here: