
Konflik Timur Tengah Belum Mereda, Soal Haji Pemerintah Kasih Skenario Ini
Jakarta – Eskalasi geopolitik di timur tengah hingga saat ini belum memperlihatkan tanda-tanda mereda. Jika kondisi ini terus berlangsung, bakal berimbas salah satunya pada musim haji 2026. Jauh-jauh hari pemerintah melalui Kementerian Haji dan Umrah (kemenhaj) memberikan skenario ini. Keselamatan jamaah haji Indonesia menjadi faktor utama.
Opsi yang disiapkan pemerintah yakni mempertimbangkan eskalasi konflik di regional Timur Tengah belum mereda, serta aspek keselamatan jamaah haji indonesia terutama jalur transportasi yang ditempuh.
Skenarionya, Kemenhaj menyiapkan penyesuaian rute penerbangan menuju Arab Saudi apabila jalur biasa dilalui tidak aman.
Opsi perubahan rute tersebut, dikoordinasikan dengan otoritas penerbangan dan sejumlah negara yang dilintasi, termasuk kemungkinan melalui jalur selatan atau Afrika.
Menurut WaMenHaj Dahnil Anzar Simanjuntak, Presiden Prabowo Subianto meminta keselamatan jamaah haji Indonesia dijamin.
“Pesan Presiden satu, fokus beliau adalah ingin memastikan keselamatan jamaah haji, itu yang paling penting,” ujar Dahnil, Rabu (11/3).
Opsi lain, pemerintah membuka kemungkinan skenario penundaan keberangkatan apabila eskalasi konflik dinilai berpotensi membahayakan keselamatan jamaah.
Dahnil mencontohkan opsi ini dengan yang pernah dilakukan pada masa pandemi COVID-19 ketika penyelenggaraan haji harus ditunda demi faktor keselamatan.
Pemerintah masih terus memantau perkembangan situasi di kawasan Timur Tengah sebelum mengambil keputusan final terkait penyelenggaraan haji, yang bakal dimulai pada pada 22 April 2026 yakni keberangkatan kloter pertama jamaah haji Indonesia.

