
Kisah Lobi PM Malaysia Lolosin Kapalnya Di Selat Hormuz, Dipanggil Brother Anwar
Jakarta – Perdana Menteri atau PM Malaysia Anwar Ibrahim blak-blakan soal upayanya untuk melobi Presiden Iran Masoud Pezeshkian, saat kapal tanker minyak Petronas Malaysia tertahan di selat Hormuz. Anwar mengatakan hubungan baiknya dengan setiap negara membawa kebaikan bagi Malaysia.
Anwar Ibrahim bercerita mengenai percakapan via teleponnya dengan Presiden Iran. Pada saat itu, situasi di timur tengah memanas dan banyak kapal-kapal yang tertahan di Selat Hormuz, tak terkecuali Kapal milik Petronas Malaysia.
Cerita itu disampaikan PM Malaysia Anwar Ibrahim di sebuah acara dengan masyarakat Malaysia, di Johor Bahru, Malaysia, Minggu (5/4).
Anwar mengatakan, hubungan baik dengan setiap negara membawa kebaikan pula bagi Malaysia.
Pada saat itu, dirinya menelepon Presiden Iran Masoud Pezeshkian.
Setelah berbicara soal perang dan hal lainnya, Anwar menyinggung soal kapal tanker Malaysia yang masih tertahan di Selat Hormuz, dan langsung disambut baik oleh Presiden Iran.
“Saya telepon sekali saja. Saya bilang kapal kami masih ada tujuh tertahan. Dia bilang apa? Dia bilang, ‘ya, oke’. Jadi saya bilang kalau bisa, Presiden tolong bantu. Saat itu juga dia bilang, ‘oke Anwar, take it from me, terima pernyataan saya. Saya akan perintahkan segera kapal-kapal Malaysia untuk dilepaskan’,” kata Anwar, dikutip dari Antara, Senin (6/4).
“Dia (Presiden Iran) panggil brother Anwar, ‘saudara Anwar, saya beri jaminan, saya akan perintahkan sekarang juga agar kapal-kapal Petronas dan lainnya dari Malaysia dilepaskan supaya minyak bisa sampai ke Malaysia’,” tambah Anwar.
Anwar lalu bercerita, usai diplomasi kapal berhasil dilakukan, justru ada pihak oposisi yang menyatakan pesimisme, bahwa meskipun kapal Malaysia sudah bisa lewat Selat Hormuz, tapi harga bahan bakar minyak tetap mahal.
“Ya memang, biaya kapal bulan lalu dengan sekarang memang lebih mahal. Asuransi kapal juga meningkat. Tapi setidaknya ada minyak. Negara lain sampai melakukan penjatahan minyak (BBM), tidak ada minyak. Kalau saya ikuti emosi saya, saya mau yang banyak bicara itu jangan diberi minyak,” tegas Anwar Ibrahim.
Anwar Ibrahim menegaskan pemerintahannya sudah bekerja, namun malah diserang dengan hal semacam itu.
Dia lalu bertanya, berapa banyak pemimpin negara yang bisa langsung berbicara dengan Presiden Iran dan menerima jaminan keamanan kapal pada saat itu juga.
“Saya mau tanya, berapa negara bisa melakukan hal seperti itu? Ini bukan karena saya, tetapi karena pendirian kabinet. Karena prinsip negara kita. Jadi kita harus teruskan hal seperti ini,” jelasnya.
Baca:Trump Pecat 3 Jenderal Di Tengah Perang



