
Israel Klaim Bunuh Komandan Angkatan Laut Iran
Tel Aviv – Israel mengklaim telah menewaskan komandan angkatan laut Garda Revolusi Iran (IRGC), Alireza Tangsiri, dalam serangan udara yang dilakukan semalam. Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menyatakan bahwa Tangsiri tewas bersama sejumlah perwira senior lainnya. Ia menuduh Tangsiri bertanggung jawab atas operasi penambangan dan upaya pemblokiran Selat Hormuz. Hingga kini, Iran belum memberikan tanggapan resmi atas klaim tersebut.
Jika dikonfirmasi, kematian Tangsiri akan menambah daftar panjang pejabat tinggi Iran yang menjadi target serangan sejak dimulainya operasi militer gabungan Israel dan Amerika Serikat pada 28 Februari lalu.
Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali menyatakan bahwa Iran sebenarnya “memohon” untuk mencapai kesepakatan damai guna mengakhiri perang. Ia memperingatkan Teheran agar segera serius dalam negosiasi “sebelum semuanya terlambat.”
Namun, klaim tersebut bertolak belakang dengan pernyataan resmi Iran. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menegaskan bahwa negaranya belum terlibat dalam negosiasi apa pun dan tidak memiliki rencana untuk berunding saat ini, meskipun mengakui adanya pesan yang dikirim AS melalui negara lain seperti Pakistan.
Sementara itu, pertempuran di lapangan terus berlanjut. Serangan rudal Iran dilaporkan menghantam wilayah Israel, sementara kelompok Hizbullah juga melancarkan serangan ke posisi militer Israel dari Lebanon. Di sisi lain, militer Israel terus menggempur berbagai target di Iran.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan bahwa konflik ini telah memicu krisis kesehatan yang semakin memburuk di kawasan. Selain itu, ketegangan di sekitar Selat Hormuz turut mendorong lonjakan harga minyak global hingga melampaui 100 dolar AS per barel.
Sejumlah negara, termasuk China dan negara-negara Teluk, menyerukan penyelesaian damai, meskipun hingga kini tanda-tanda deeskalasi masih belum terlihat.
Sementara itu, Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan mengungkapkan kekesalannya terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Erdogan mengatakan konflik yang kian memanas dipicu oleh kebijakan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Erdogan mengatakan Netanyahu memanfaatkan krisis di Iran untuk mempertahankan kepentingan politik di dalam negerinya, sebuah langkah yang beresiko memperluas konflik di kawasan Timur Tengah.

