Iran Lumpuhkan Kilang Minyak Terbesar di Israel

Iran Lumpuhkan Kilang Minyak Terbesar di Israel

Haifa – Serangan balasan Iran berhasil melumpuhkan Bazan, perusahaan kilang minyak terbesar di Israel. Pada Senin malam (16/6/2025) waktu setempat Bazan mengumumkan bahwa seluruh fasilitasnya di Pelabuhan Haifa telah ditutup sepenuhnya akibat kerusakan yang disebabkan oleh serangan rudal Iran.

Dalam serangan udara sebelum fajar yang melumpubkan kilang minyek terbesar di Israel itu, 3 karyawan perusahaan tewas. Serangan itu melumpuhkan dan memicu kebakaran di kompleks kilang minyak strategis itu. Rekaman video menunjukkan kobaran api yang terlihat jelas, dan tim pemadam kebakaran masih berjuang untuk memadamkan api, menurut harian Israel Ha’aretz.

“Pembangkit listrik yang bertanggung jawab atas sebagian produksi uap dan listrik yang digunakan oleh fasilitas-fasilitas grup itu mengalami kerusakan yang signifikan, disertai dampak-dampak lainnya,” kata perusahaan itu dalam pengajuan dokumen (filing) kepada Bursa Efek Tel Aviv.

“Pada saat ini, semua fasilitas kilang dan anak perusahaan telah ditutup,” kata juru bicara perusahaan itu. Bazan mengatakan bahwa pihaknya masih meninjau tingkat kerusakan akibat serangan yang melumpuhkan kilang minyak itu, dan menghitung dampaknya terhadap operasi, serta cara terbaik untuk mengatasi situasi tersebut.

Serangan Iran itu terjadi di tengah adu serangan udara yang telah berlangsung selama empat hari antara Republik Islam Iran dan Israel dan telah menewaskan sedikitnya 244 orang di Iran dan 24 orang di Israel. Eskalasi itu dipicu serangan udara mendadak Israel ke sejumlah wilayah di Iran pada Jumat (13/6/2025) pekan lalu.

Akibat serangan balasan Iran ke Israel, Amerika Serikat kini terus berupaya melobby Iran tentang kemungkinan pertemuan pekan ini antara utusan AS Steve Witkoff dan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi. Pendekatan iti dilaporkan situs berita Axios, kemarin.

Dengan mengutip empat sumber yang mendapatkan pengarahan mengenai masalah itu, Axios mengatakan, tujuannya adalah untuk membahas inisiatif diplomatik yang melibatkan kesepakatan nuklir dan mengakhiri perang antara Israel dan Iran.

Karena itu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali ke Washington, DC dan mengakhiri partisipasinya dalam KTT G7 di Kanada karena ketegangan di Timur Tengah.

“Saya harus kembali lebih awal karena alasan yang jelas,” katanya kepada wartawan.

Sebelumnya, Trump mendesak warga sipil untuk mengevakuasi Teheran segera di tengah meningkatnya ketegangan Israel dan Iran.

“Iran seharusnya menandatangani ‘kesepakatan’ yang saya minta mereka tandatangani. Sungguh memalukan, dan membuang-buang nyawa manusia. Sederhananya, Iran Tidak Boleh Memiliki Senjata Nuklir. Saya sudah mengatakannya berulang kali!” ujarnya.

“Semua orang harus segera mengevakuasi Teheran!” katanya di platform Truth Social miliknya.

Baca dong: Konflik Iran-Israel, Penerbangan Puluhan WNI Tertahan

Share Here: