Ini Tanggapan Istana Soal Bupati Pati Arogan Didemo Warganya

Ini Tanggapan Istana Soal Bupati Pati Arogan Didemo Warganya

Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menyayangkan aksi unjuk rasa warga terhadap Bupati Pati pada Rabu (13/8). Pemerintah mengimbau seluruh pejabat publik tidak bersikap arogan saat membuat kebijakan yang memancing reaksi masyarakat.

Menurut Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, Presiden Prabowo Subianto telah memonitor situasi di Kabupaten Pati. Presiden Prabowo, menurut Prasetyo, menyayangkan situasi di Kabupaten Pati yang ricuh akibat kemarahan massa aksi terhadap Bupati Pati Sudewo yang dinilai arogan.

Prasetyo mengatakan pemerintah mengimbau seluruh pejabat publik untuk tidak bersikap arogan terutama saat membuat kebijakan yang memancing reaksi masyarakat.

“Selaku pemerintah pusat berulang kali mengimbau bahwa sebagai pejabat-pejabat publik di level apapun baik di pusat, di provinsi maupun di daerah, kita harus menyadari bahwa kita perlu berhati-hati di dalam menyampaikan segala sesuatu, apalagi menyampaikan sebuah kebijakan-kebijakan yang itu akan berdampak kepada masyarakat,” kata Prasetyo, Rabu (13/8).

Meski menghormati aksi unjuk rasa, namun Juru bicara presiden itu meminta seluruh pihak menahan diri, terutama setelah aksi massa berujung ricuh bahkan terjadi pembakaran mobil dan pelemparan terhadap Bupati Sudewo.

“Tentu yang pertama-tama kali selaku pemerintah pusat menaruh perhatian dan memohon kepada semua pihak untuk juga menahan diri. Bapak Bupati juga secara personal kami juga berkomunikasi, kemudian saya juga memonitor terus, berkomunikasi dengan Bapak Gubernur Jawa Tengah. Semoga juga segera bisa kita cari jalan keluar terbaik,” kata Pras.

Sebelumnya, massa aksi yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Pati Bersatu memadati jalanan depan Kantor Bupati Pati, Pati, Jawa Tengah. Mereka menuntut Sudewo mundur.

Unjuk rasa sebelumnya bermula dari penolakan masyarakat terhadap kebijakan menaikkan pajak bumi dan bangunan (PBB) di Kabupaten Pati hingga 250 persen. Meski kemudian Bupati Pati membatalkannya dan meminta maaf, warga Pati kadung marah atas sikap arogan Sudewo yang menantang pengerahan massa untuk berunjuk rasa terhadap dirinya.
Baca dong:Korupsi Kuota Haji, Giliran Eks Menag Yaqut Dicekal KPK

Share Here: