
Ini Kata Jokowi Soal Isu Matahari Kembar
Solo – Presiden Ke-7 Joko Widodo akhirnya buka suara soal isu matahari kembar yang terus berhembus beberapa hari ini. Isu matahari kembar muncul setelah sejumlah menteri dan wakil menteri Kabinet Indonesia bersatu sowan ke rumahnya beberapa hari lalu. Terutama ada beberapa menteri yang datanga ke rumah Jokowi di saat Presiden Prabowo tengah melakukan kunjungan luar negeri ke Turki dan negara-negara Timur Tengah. Berikut sejumlah menteri yang datang ke rumah Jokowi:
- Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, datanga pada Selasa malam, 8 April 2025
- Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Wihaji. Kedatangannya bersamaan dengan Bahlil
- Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, datang pada 9 April 2025
- Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikina, datang pada 11 April 2025
- Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, datang pada 11 April bergantian dengan Menkes
- Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno, datang di hari pertama Idul Fitri 31 Maret 2025.
- Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi, datang pada 1 April 2025.
- Menteri Keuangan Sri Mulyani, datang pada 3 April 2025.
Usai kunjungan para menteri, ayah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka itu kemudian mendapat kunjungan dari Sejumlah perwira polisi peserta Didik Sekolah Staf dan Pimpinan Menengah (Serdik Sespimmen) Polri Pendidikan Reguler (Dikreg) ke-65 pada Kamis, 17 April 2025.
Kunjungan demi kunjungan ini menuai sorotan bahkan muncul isu adanya matahari kembar dalam pemerintahan Indonesia. Namun, bekas Presiden RI Joko Widodo membantah isu tersebut setelah beberapa hari terus bergulir. Saat ditemui wartawan di kediamannya di Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo, Jawa Tengah, ia membantah isu matahari kembar.
“”Enggak ada yang namanya matahari kembar. Matahari itu hanya satu yaitu Presiden Prabowo Subianto, sudah, jelas,” ujar Jokowi.
Mantan Gubernur DKI Jakarta itu juga memastikan bahwa sejumlah menteri yang mengunjunginya adalah murni untuk bersilaturahmi, tidak ada maksud lain. “Silaturahmi di hari lebaran kan sangat baik kepada siapa pun, ya,” ucapnya.
Joko Widodo juga mengatakan bahwa selama pertemuan tidak ada menteri dan wakil menteri yang meminta saran atau masukan.”Silaturahmi biasa, dan itu baik, silaturahmi itu,” ujarnya.
Baca dong: Istana Bantah Ada ‘Matahari Kembar’ Dalam Pemerintahan



