
Industri Musik Berduka, Vidi Aldiano Meninggal Dunia Usai Lawan Kanker
Jakarta – Dunia hiburan Tanah Air berduka. Penyanyi pop Indonesia, Vidi Aldiano, meninggal dunia pada Sabtu (7/3/2026) pukul 16.33 WIB di kediamannya di Jakarta setelah 6 tahun berjuang melawan kanker.
Kabar wafatnya Vidi pertama kali beredar melalui unggahan sejumlah rekan sesama selebritas di media sosial, di antaranya Deddy Corbuzier dan musisi Andi Rianto.
“I hate my self for not knowing you longer than I should,” tulis Deddy Corbuzier di akun Instagramnya. Ia menyertakan gambar hati terluka berlatar hitam dengan tulisan, “My heart is broken. Badly broken. You gone too soon beautiful soul. Vidi Aldiano.”
Sementara itu, Andi Rianto juga menyampaikan belasungkawa melalui akun Instagramnya.
“Selamat jalan Vidi Aldiano,” tulisnya.
Perjuangan Melawan Kanker
Vidi diketahui telah berjuang melawan kanker selama enam tahun terakhir. Pada Desember 2025 lalu, suami dari Sheila Dara Aisha itu sempat mengungkapkan refleksi perjalanan hidupnya selama menghadapi penyakit tersebut melalui unggahan di Instagram.
Dalam unggahan pada Minggu (15/12/2025), Vidi mengaku banyak perubahan terjadi dalam hidupnya sejak pertama kali didiagnosis kanker.
“Terima kasih kanker, untuk 6 tahun terakhir ini,” tulis Vidi.
“Hari ini tepat 6 tahun saya berkenalan dengan hadiah Tuhan berupa kanker. Banyak perubahan sejak hari itu. Banyak prioritas berubah, mindset shifted,” lanjutnya.
Ia juga mengatakan bahwa penyakit tersebut membuatnya lebih banyak bersyukur atas hal-hal kecil yang sebelumnya sering tidak disadari.
“Dan cara aku melihat dunia, bersyukur akan hal-hal yang sebelumnya enggak pernah disadari, dan bisa melihat sebuah cobaan menjadi sebuah hikmah, banyak sekali kamu merubahku,” tulis Vidi dalam unggahan berlatar hitam tersebut.
Profil dan Perjalanan Karier
Vidi Aldiano lahir di Jakarta pada 29 Maret 1990 dengan nama lengkap Oxavia Aldiano. Ia menempuh pendidikan dasar hingga menengah di lingkungan Yayasan Al-Azhar, mulai dari SDI Al Azhar 4 Kebayoran Lama (1996–2002), SMPI Al Azhar 3 Bintaro (2002–2005), hingga SMAI Al Azhar 1 Kebayoran Baru (2005–2008).
Setelah lulus SMA, Vidi sempat mengambil jurusan Teknik Elektro di Universitas Pelita Harapan. Namun ia kemudian beralih ke jurusan Manajemen dan lulus dengan IPK 3,62.
Karier musik Vidi dimulai pada 2008 lewat album debut Pelangi di Malam Hari. Album tersebut langsung menarik perhatian publik berkat lagu-lagu populer seperti Nuansa Bening dan Status Palsu.
Kesuksesan album perdana itu membuat namanya melambung sebagai salah satu solois pria populer di Indonesia. Sepanjang kariernya, Vidi merilis sejumlah album, antara lain:
- Pelangi di Malam Hari (2008)
- Lelaki Pilihan (2009)
- Yang Kedua (2011)
- Persona (2016)
- Senandika (2022)
Album Persona menjadi salah satu pencapaian besar dalam kariernya. Album tersebut berisi 10 lagu dan berhasil meraih Triple Platinum setelah penjualan fisiknya menembus lebih dari 250 ribu kopi pada Januari 2017.
Dalam proses produksinya, Vidi bekerja sama dengan tim Laleilmanino dan melakukan proses mastering di Abbey Road Studios, London.
Pada 2022, ia merilis album Senandika yang sempat tertunda akibat pandemi serta perjuangannya melawan penyakit. Album tersebut berisi 10 lagu yang merefleksikan perjalanan hidupnya sejak 2018, termasuk perjuangan melawan kanker dalam lagu Bertahan Lewati Senja dan kisah cintanya kepada sang istri dalam lagu Dara.
Selain dikenal sebagai penyanyi dan penulis lagu, Vidi juga aktif sebagai pembawa acara televisi serta terlibat dalam berbagai proyek hiburan.
Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, dan para penggemar yang selama ini mengikuti perjalanan kariernya di industri musik Indonesia.

