
Hal-Hal Yang Perlu Diketahui Tentang Kematian Paus Fransiskus
Vatikan – Paus Fransiskus meninggal dunia pada hari Senin Paskah (21/4/2025) di usia 88 tahun. Ia meninggal di kediamannya di Santa Marta, Vatikan, hampir sebulan setelah meninggalkan rumah sakit setelah dirawat selama 5 minggu karena menderita pneumonia ganda.
Berikut adalah hal-hal penting yang perlu diketahui tentang kematian paus asal Argentina, sekaligus paus pertama dalam sejarah dari Amerika Latin, yang memimpin Gereja Katolik selama lebih dari 12 tahun.
Kematian Fransiskus diumumkan oleh Kardinal Kevin Farrel, seorang kamerad Vatikan kelahiran Irlandia, sebuah posisi yang akan menjadi penting dalam beberapa minggu ke depan karena ia akan bertanggung jawab atas administrasi Takhta Suci sampai paus baru terpilih.
“Pada pukul 7:35 pagi ini, Uskup Roma, Fransiskus, kembali ke rumah Bapa,” kata Farrell. “Seluruh hidupnya didedikasikan untuk melayani Tuhan dan Gereja-Nya.” Paus meninggal di Domus Santa Marta, Vatikan, tempat dia kembali kurang dari sebulan yang lalu setelah dirawat di rumah sakit karena pneumonia ganda.
Paus Fransiskus tampil di depan umum sehari sebelumnya pada hari Minggu Paskah, meskipun ia telah mendelegasikan perayaan Misa Paskah kepada seorang kardinal lainnya.
Dia memberkati kerumunan umat beriman dari loggia Basilika Santo Petrus. “Saudara-saudari, Selamat Paskah,” katanya dari loggia yang sama di mana Jorge Mario Bergoglio diperkenalkan kepada dunia pada 13 Maret 2013 sebagai paus ke-266.
Paus Fransiskus juga melakukan perjalanan kejutan di alun-alun dengan mobil kepausan, yang mengundang sorak-sorai dan tepuk tangan meriah.
Sebelumnya, ia bertemu sebentar dengan Wakil Presiden AS JD Vance.
“Saya senang bertemu dengannya kemarin, meskipun dia jelas sangat sakit,” kata Vance, yang pindah agama ke Katolik pada 2019, pada hari Senin saat berkunjung ke India.
“Bahkan sebelum lonceng besar Basilika Santo Petrus berdentang untuk menandai kematian Fransiskus, pesan-pesan penghormatan mulai berdatangan dari seluruh dunia.
Para pemimpin Katolik dan non-Katolik sama-sama menghormati seorang pemimpin spiritual yang menjadi suara bagi mereka yang terpinggirkan dan lemah, bagi para migran dan orang-orang LGBTQ+, dan yang menunjukkan kepedulian terhadap alam.
“Dia peduli dengan tantangan global yang besar di zaman kita – migrasi, perubahan iklim, ketidaksetaraan, perdamaian – serta perjuangan sehari-hari dari semua orang,” kata Presiden Dewan Eropa António Costa.
Kanselir Jerman, Olaf Scholz, mengatakan bahwa dunia telah kehilangan “seorang pembela kaum lemah, pendamai, dan orang yang berhati hangat.”
Sementara itu dalam unggahan di akun Instagram resminya, Presiden Prabowo pun turut menyatakan duka citanya.
“Pesan kesederhanaan, pluralisme, keberpihakan kepada orang miskin dan kepedulian Sri Paus terhadap sesama akan selalu menjadi teladan bagi kita semua. Selamat jalan Sri Paus, pesanmu untuk menjaga Bhinneka Tunggal lka akan selalu membekas di hati,” ucapnya.
Para pemimpin agama lain juga memujinya karena mengupayakan dialog. Kepala Gereja Inggris mengenangnya karena komitmennya untuk meningkatkan hubungan di antara agama-agama di dunia, sementara kepala rabi Roma menggambarkan kepausan Fransiskus sebagai babak baru yang penting dalam hubungan antara agama Yahudi dan Katolik.
Paus Fransiskus, yang menderita penyakit paru-paru kronis dan sebagian paru-parunya diangkat saat masih muda, dirawat di rumah sakit Gemelli di Roma pada 14 Februari 2025, karena krisis pernapasan yang berkembang menjadi pneumonia ganda. Dia menghabiskan 38 hari di sana, rawat inap terlama dalam masa kepausannya.
Kembalinya Paus ke Vatikan pada tanggal 23 Maret membawa kelegaan bagi banyak orang pada saat itu.
Para umat pun akan diberikan kesempatan untuk memberikan penghormatan terakhir mereka. Pertama, untuk para pejabat Vatikan di kapel Santa Marta dan kemudian di Santo Petrus untuk masyarakat umum.
Hal ini akan diikuti dengan pemakaman yang akan dirayakan oleh dekan College of Cardinals, Kardinal Giovanni Battista Re, dan konklaf untuk memilih paus yang baru.
Baca dong: Pemimpin Umat Katolik Paus Fransiskus Meninggal Dunia

