
Geopolitik Bikin Minyak Dunia Melonjak, Menkeu Purbaya Sebut Bisa Ada Kenaikan BBM
Jakarta – Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa membuka opsi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Menurutnya, kenaikan BBM subsidi erat kaitannya dengan situasi geopolitik internasional saat ini, terutama di kawasan Timur Tengah.
Menkeu Purbaya blak-blakan membuka opsi kenaikan harga BBM. Hal itu bakal dilakukannya jika harga minyak dunia terus melonjak dan melampaui kapasitas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
“Kalau memang anggarannya nggak kuat sekali, nggak ada jalan lain, kami berbagi dengan masyarakat sebagian. Artinya, ada kenaikan BBM,” kata Purbaya di Jakarta, Jumat (6/3) pekan lalu.
Purbaya beralasan kenaikan itu baru akan terjadi bila APBN sudah tidak mampu mengimbangi tekanan harga minyak dunia.
Berdasarkan hasil perhitungan Kementerian Keuangan menunjukkan defisit APBN bisa mencapai 3,7 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) bila harga minyak bertahan pada level 92 dolar AS per barel sepanjang tahun dan tidak ada intervensi dari pemerintah.
Namun, Purbaya memastikan bakal mengambil langkah mitigasi agar tekanan harga minyak dunia tidak memperlebar defisit APBN.
Harga minyak dunia melonjak akibat konflik Timur Tengah yang disebabkan oleh perang Amerika Serikat-Zionis Israel dengan Iran.
Pada Senin (9/3), Brent naik 6,76 persen ke 97,11 dolar AS per barel, sementara US WTI melonjak 4,38 persen ke harga 93,01 dolar AS per barel.
Baca:Eskalasi Perang AS-Iran, Menhub: Avtur Dan BBM Angkutan Lebaran Aman



