
Duit Rp11,4 T Hasil Penertiban Satgas PKH Disetor Ke Negara, Begini Penampakannya
Jakarta – Pernah terbayang tumpukan duit sebanyak Rp11 Triliun dalam pecahan uang kertas 100 ribuan? Gunungan duit sebanyak itu dipamerkan Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) saat penyerahan hasil denda penertiban ke kas negara. wow
Satgas PKH setor duit senilai Rp11,4 triliun hasil penertiban berupa denda administratif dan penyelamatan keuangan negara.
Total jumlah uang senilai Rp11.420.104.815.858,00 diserahkan secara simbolis dari Jaksa Agung ST Burhanuddin selaku Wakil Ketua I Pengarah Satgas PKH kepada Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.
Penyerahan disaksikan langsung Presiden RI Prabowo Subianto di Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta, Jumat (10/4).
Jaksa Agung melaporkan bahwa uang triliunan tersebut merupakan hasil dari penagihan denda administratif di bidang kehutanan oleh Satgas PKH senilai Rp7.230.036.440.742,00.
Kemudian, hasil penerimaan negara bukan pajak (PNBP) yang merupakan penyelamatan keuangan negara atas penanganan tindak pidana korupsi oleh Kejaksaan Republik Indonesia pada Januari sampai Maret 2026 sebesar Rp1.967.867.845.912,00.
Berikutnya, penerimaan setoran pajak dari bulan Januari sampai dengan April 2026 senilai Rp967.779.890.000,00.
Selanjutnya, pendapatan negara melalui penyetoran pajak PT Agrinas Palma Nusantara sebesar Rp180.574.134.443,00.
Terakhir, PNBP yang berasal dari denda lingkungan hidup senilai Rp1.145.847.307.471,00.
Burhanuddin menyebut bahwa sejak dibentuknya Satgas PKH pada Februari 2025 hingga saat ini, satgas tersebut telah berhasil melakukan penyelamatan keuangan aset negara yang mencapai Rp371.100.411.143.235,00.
Jaksa Agung menekankan pentingnya penegakan hukum yang kuat melawan mafia hutan. Menurutnya, penegakan hukum yang lemah akan membuat negara kehilangan uang, kehilangan aset, kehilangan wibawa, dan kehilangan kemampuan untuk menyejahterakan rakyat.
“Sebaliknya, penegakan hukum yang kuat, cerdas, dan terarah akan memperbaiki tata kelola, memulihkan kerugian negara, menyehatkan iklim usaha untuk memberi dampak nyata bagi ekonomi nasional,” ungkap Burhanuddin.
Baca:Viral Video Saiful Mujani Ajak Jatuhkan Prabowo, Tudingan Makar Mengalir Deras



